PONOROGO |Lawu TV – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan masyarakat Kabupaten Magetan. Melalui prakarsa Majelis Dzikir Ulama Umara Kabupaten Magetan, bantuan air minum dalam kemasan galon disalurkan kepada warga terdampak kekeringan di Desa Sawo, Kecamatan Sawo, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (19/9/2026).
Bantuan tahap pertama tersebut merupakan hasil penggalangan dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten Magetan, mulai dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Komunitas Jumat Berkah Jabal Nur, majelis taklim, hingga kelompok jamaah haji Madiun.
Bantuan diterima langsung oleh perwakilan Pemerintah Desa Sawo, Sony Nuryanto. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus Majelis Dzikir Magetan dan masyarakat yang telah memberikan perhatian kepada warga desanya.
Menurut Sony, bantuan tersebut akan segera disalurkan kepada masyarakat yang paling terdampak kekeringan, khususnya di wilayah Dukuh Sawo RW 04 yang dihuni sekitar 170 kepala keluarga (KK), serta wilayah Ngemplak dengan sekitar 100 warga terdampak.
Ia menjelaskan, kondisi kekeringan telah membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, sumber air di wilayah tersebut dilaporkan sudah tidak mengeluarkan air selama hampir tiga bulan.
“Untuk kebutuhan air, baik mandi maupun memasak, masyarakat sangat bergantung pada air yang harus dibeli karena sumber air sudah tidak keluar hampir tiga bulan,” ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat bantuan air minum dari masyarakat Magetan menjadi sangat berarti bagi warga yang tengah menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Siswa SMK Negeri Sawo Ikut Terdampak
Penyaluran bantuan turut didampingi Elfi Nur Mufida, Kepala SMK Negeri Sawo. Ia menyampaikan bahwa sebagian siswa-siswi di sekolahnya juga ikut merasakan dampak kekeringan yang melanda wilayah tersebut.
Menurutnya, bantuan yang dikirimkan masyarakat Magetan merupakan bentuk kepedulian nyata yang sangat membantu masyarakat, termasuk keluarga para siswa yang terdampak.
Ia berharap aksi kemanusiaan tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau desa-desa lain yang juga mengalami kekeringan.
“Kami merasa sangat terbantu atas kepedulian masyarakat Magetan yang telah mengirimkan bantuan air minum untuk warga terdampak. Harapannya, ke depan bantuan seperti ini bisa berlanjut dan menjangkau desa-desa lain yang juga mengalami kekeringan,” ujarnya.
Komitmen Kemanusiaan yang Terus Berjalan
Sementara itu, Wasis Eka Susila, Founder Jumat Berkah Jabal Nur sekaligus pengurus Majelis Dzikir Magetan, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial dan kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari gerakan kepedulian yang telah lama dijalankan.
Menurut Wasis, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah, tetapi juga menunjukkan bahwa masyarakat Magetan memiliki kepedulian terhadap saudara-saudara mereka yang membutuhkan pertolongan.
Ia menjelaskan, sejak 2001 berbagai kegiatan kemanusiaan telah dilakukan, mulai dari penyaluran bantuan bencana erupsi Semeru, banjir Demak, hingga bantuan bagi masyarakat terdampak kekeringan di Ngawi dan Ponorogo.
Selain penanganan bencana, gerakan tersebut juga menjalankan program bantuan perbaikan rumah bagi warga yang membutuhkan, baik di Kabupaten Magetan maupun di luar daerah.
” Kegiatan bakti sosial kemanusiaan yang telah lama kita jalankan ini dampaknya sangat positif. Selain membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana, kegiatan ini juga membawa nama masyarakat Magetan sebagai masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sesama,” ungkap Wasis kepada awak media.
Ia juga mengapresiasi para relawan Merah Putih yang selama ini terus setia mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan dengan kemampuan dan pengalaman yang telah mereka miliki.
Bantuan Berikutnya Dijadwalkan ke Ngawi
Di sisi lain, Mitroatin selaku penasihat Jumat Berkah, yang diwakili oleh stafnya, turut menyampaikan kebahagiaan atas kepedulian masyarakat Magetan terhadap warga terdampak kekeringan di Ponorogo.
Apresiasi dan ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Komandan Secata Magetan yang telah memfasilitasi armada untuk mendukung distribusi bantuan menuju lokasi terdampak.
Dukungan tersebut dinilai turut membantu kelancaran proses penyaluran bantuan kemanusiaan dari Magetan ke Ponorogo.
Adapun penyaluran bantuan berikutnya direncanakan pada 14 Oktober 2026 dengan sasaran masyarakat terdampak di Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi.
Kepedulian yang Diharapkan Terus Berlanjut
Penyaluran bantuan air minum ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan solidaritas sosial masyarakat Magetan terhadap warga yang sedang menghadapi kesulitan akibat kekeringan.
Di tengah keterbatasan sumber air yang telah berlangsung hampir tiga bulan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air minum.
Lebih dari sekadar bantuan, aksi kemanusiaan ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama tidak dibatasi oleh wilayah administratif. Ketika saudara sebangsa menghadapi kesulitan, uluran tangan dan semangat gotong royong menjadi kekuatan penting untuk saling menguatkan.
Masyarakat Magetan pun berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga terdampak bencana yang memperoleh bantuan dan perhatian.(goes)



















