Unesa di Kota Magetan Diyakini Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi dan Pendidikan

MAGETAN – Kehadiran Kampus UNESA (Universitas Negeri Surabaya) di Kabupaten Magetan selama lebih dari tiga tahun terakhir telah menunjukkan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan Jalan Barat, Maospati. Aktivitas ribuan mahasiswa telah menggerakkan roda perekonomian, mulai dari usaha kuliner, rumah kos, toko kebutuhan harian, jasa fotokopi, hingga pedagang kaki lima yang terus…

Avatar agus

by

2 menit

Read Time

MAGETAN – Kehadiran Kampus UNESA (Universitas Negeri Surabaya) di Kabupaten Magetan selama lebih dari tiga tahun terakhir telah menunjukkan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan Jalan Barat, Maospati. Aktivitas ribuan mahasiswa telah menggerakkan roda perekonomian, mulai dari usaha kuliner, rumah kos, toko kebutuhan harian, jasa fotokopi, hingga pedagang kaki lima yang terus bermunculan di sekitar kawasan kampus.

Keberadaan kampus tersebut menjadi bukti bahwa institusi pendidikan tinggi tidak hanya mencetak sumber daya manusia berkualitas, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi lokal.

Kini, harapan baru muncul dengan adanya rencana pembangunan kampus UNESA di wilayah Kota Magetan. Berdasarkan informasi yang beredar, proyek tersebut telah memiliki master plan, dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp700 miliar. Meski masih terdapat sejumlah tahapan yang harus diselesaikan, banyak masyarakat berharap proyek ini dapat segera direalisasikan.

Sejumlah warga menilai kehadiran kampus di pusat Kota Magetan akan memberikan dampak yang jauh lebih luas. Selain meningkatkan aktivitas ekonomi, pembangunan tersebut juga diyakini mampu mendorong perkembangan kawasan perkotaan dan memperkuat posisi Magetan sebagai daerah tujuan pendidikan.

Supriyoko, Sugeng, dan Erwin, warga yang ditemui di salah satu rumah makan di Magetan, menyampaikan dukungannya terhadap rencana tersebut.

“Kami sudah melihat sendiri bagaimana dampak positif keberadaan kampus bagi masyarakat. Banyak usaha kecil berkembang, pedagang semakin ramai, dan ekonomi warga ikut bergerak. Kalau nanti kampus benar-benar dibangun di tengah Kota Magetan, manfaatnya tentu akan lebih besar lagi,” ujar mereka.

Menurut mereka, selama ini Kota Magetan masih relatif minim perguruan tinggi berskala besar. Karena itu, hadirnya kampus baru akan menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Dari sisi aksesibilitas, Kota Magetan dinilai memiliki posisi yang strategis. Dari Terminal Magetan menuju lokasi rencana pembangunan kampus hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit. Dari Stasiun Magetan di Jalan Barat Maospati dapat ditempuh sekitar 20 menit, sedangkan dari Solo melalui Tawangmangu menuju Magetan berkisar 45 menit hingga satu jam.

Kemudahan akses tersebut diharapkan menjadi nilai tambah bagi calon mahasiswa. Bagi warga Magetan sendiri, kehadiran kampus di pusat kota juga akan mengurangi kebutuhan untuk kuliah ke luar daerah, sehingga biaya pendidikan dapat lebih efisien karena mahasiswa masih memungkinkan untuk pulang-pergi dari rumah.

Jika rencana pembangunan ini terealisasi, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan sektor pendidikan, tetapi juga perdagangan, jasa, properti, transportasi, hingga usaha mikro dan kecil yang akan tumbuh mengikuti meningkatnya aktivitas masyarakat.

Magetan yang selama ini dikenal sebagai kota yang sejuk, nyaman, dan memiliki kualitas hidup yang baik dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu kota pendidikan di Jawa Timur. Dengan dukungan berbagai pihak, pembangunan kampus UNESA di Kota Magetan diharapkan menjadi investasi jangka panjang yang mampu mendorong kemajuan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(goes)

About The Author