MAGETAN |Lawu TV – Gerakan Pramuka Madrasah Kabupaten Magetan atau GAPRAMA resmi diluncurkan sebagai wadah untuk memperkuat kegiatan kepramukaan sekaligus menjadi sarana pembinaan karakter, kreativitas, kemandirian, dan potensi peserta didik madrasah.
Launching GAPRAMA tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Madaris Camp Fest (MCF) Kabupaten Magetan Tahun 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 16–18 September 2026 di Lapangan Batalyon Parako 471 Pasgat Lanud Iswahjudi, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magetan, Muh. Sujud MQ, berharap hadirnya GAPRAMA dapat menjadi gerakan yang berkelanjutan dan mampu melahirkan berbagai kegiatan positif bagi siswa madrasah.
“Harapan kami program ini bisa berjalan sesuai harapan. GAPRAMA ini bukan hanya untuk kegiatan sekarang, tetapi akan ada banyak kegiatan dan program ke depannya, dengan dan bersama GAPRAMA,” ujarnya.
Menurutnya, GAPRAMA diharapkan menjadi wadah bersama bagi madrasah untuk mengembangkan potensi peserta didik melalui kegiatan kepramukaan yang edukatif, kreatif dan membangun kebersamaan.
MCF 2026 Jadi Bagian dari Program GAPRAMA
Madaris Camp Fest Kabupaten Magetan Tahun 2026 sendiri dirancang sebagai kegiatan pembinaan dan pengembangan potensi murid madrasah melalui pengalaman berkemah, permainan edukatif, aktivitas kebersamaan, serta kompetisi kepramukaan yang sehat, fair, mandiri, kreatif dan berkarakter.
Kegiatan tersebut melibatkan peserta didik dari berbagai jenjang madrasah, mulai MI, MTs hingga MA. Materi dan kompetisi disusun menyesuaikan karakteristik masing-masing jenjang, dengan memadukan keterampilan kepramukaan, kecakapan komunikasi, pemecahan masalah, pengetahuan agama dan kepramukaan, seni penyampaian pesan hingga kreativitas digital.
Melalui kegiatan di luar lingkungan madrasah tersebut, peserta diharapkan mendapatkan pengalaman belajar yang kontekstual, menyenangkan sekaligus menantang. Lebih jauh, kegiatan ini ditujukan untuk mendorong tumbuhnya kemandirian, kepemimpinan, gotong royong, kemampuan komunikasi, kreativitas serta kecintaan terhadap lingkungan.
MCF 2026 mengusung tema “Bersama di Alam, Tumbuh dalam Ilmu, Tangguh dalam Karakter, Bermanfaat untuk Bangsa dan Lingkungan.”
Tema tersebut menjadi gambaran semangat kegiatan untuk mengintegrasikan pembelajaran, pengalaman di alam, pembentukan karakter serta kepedulian terhadap lingkungan.
Lebih dari sekadar kompetisi, Madaris Camp Fest juga diarahkan sebagai wadah pembinaan menuju insan yang sehat, berbudaya dan berakhlak mulia.
Sejumlah tujuan yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan antara lain meningkatkan ukhuwah dan dakwah Islamiyah di kalangan madrasah dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya kegiatan Pramuka di lingkungan madrasah.
Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kesehatan mental, jasmani dan rohani murid madrasah. Selain itu, pembentukan kepribadian yang baik melalui kedisiplinan dan sportivitas menjadi bagian penting untuk mendorong siswa meraih prestasi.
Tidak kalah penting, kegiatan diharapkan mampu membentuk ketahanan fisik dan mental yang sehat dan bugar, sekaligus melahirkan peserta didik yang kreatif, mandiri, berkarakter, berperilaku positif serta memiliki wawasan lingkungan.
Sujud berharap semangat tersebut dapat terus berkembang setelah pelaksanaan MCF 2026. Dengan diluncurkannya GAPRAMA, kegiatan kepramukaan di madrasah diharapkan memiliki wadah yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Ini menjadi awal. Ke depan akan banyak kegiatan dan program yang bisa dilaksanakan dengan dan bersama GAPRAMA,” tandasnya.
Dengan demikian, GAPRAMA tidak hanya menjadi identitas baru bagi gerakan Pramuka madrasah di Kabupaten Magetan, tetapi diharapkan menjadi gerakan bersama dalam membangun generasi madrasah yang sehat, cerdas, kreatif, mandiri, berakhlak dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.(goes)



















