MAGETAN| Lawuh Tv – Peringatan *HUT ke-80 SMPN 1 Magetan* mencapai puncaknya dengan pagelaran budaya yang sarat pesan. Sekolah ini menggelar *Wayang “EBES” Eco Beat Snesma* sebagai bentuk pelestarian seni sekaligus kampanye lingkungan.
Berbeda dari pagelaran wayang pada umumnya, wayang yang digunakan dalam pertunjukan ini dibuat dari *botol bekas*. Inisiatif tersebut menjadi wahana edukasi bagi siswa untuk ikut serta dalam *perang melawan sampah* dan membuktikan bahwa limbah bisa disulap menjadi karya seni bernilai.
Kemeriahan semakin terasa karena pertunjukan diiringi *kolaborasi musik gamelan dan band*. Perpaduan musik tradisional dan modern ini membuat wayang lebih dekat dan menarik bagi generasi muda.
*Kepala SMPN 1 Magetan, Joko Margono* sangat mengapresiasi karya anak didik beserta guru pembina.
“Ini membuktikan kolaborasi yang luar biasa antara siswa dan guru pembina. Anak-anak tidak hanya belajar seni, tetapi juga belajar peduli lingkungan,” ungkap Joko Margono.
Menurutnya, melalui “EBES” siswa diajarkan dua hal penting sekaligus: *mencintai budaya* dan *menjaga lingkungan*. Wayang dari botol bekas diharapkan bisa menjadi inspirasi bahwa sampah memiliki nilai jika diolah dengan kreativitas.
Pagelaran ini mendapat antusiasme tinggi dari siswa, guru, orang tua, dan masyarakat. Puncak HUT ke-80 ini sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan yang telah digelar SMPN 1 Magetan selama satu bulan terakhir.(goes)
















