Advertisement

Terima Aspirasi Peternak Magetan, Riyono Siap Kawal Solusi Harga Telur dan Kelangkaan Jagung

Jakarta — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono, mendorong pemerintah memperkuat perlindungan terhadap peternak rakyat yang saat ini menghadapi tekanan akibat anjloknya harga telur, kenaikan biaya produksi, kelangkaan jagung, serta semakin maraknya peternakan berskala besar di daerah.

Hal itu disampaikan Riyono saat menerima audiensi Anggota DPRD Kabupaten Magetan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan perwakilan peternak di Ruang Rapat Pleno Fraksi PKS DPR RI, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (02/09).

Riyono mengatakan persoalan yang disampaikan para peternak Magetan bukan persoalan yang berdiri sendiri, melainkan juga dirasakan peternak rakyat di berbagai daerah. Menurutnya, negara sebenarnya telah memiliki regulasi untuk memberikan perlindungan kepada peternak kecil, tetapi persoalan utama terletak pada implementasi yang belum optimal.

“Sebenarnya perlindungan terhadap peternak kecil sudah ada dalam UU Ketahanan Pangan, hanya saja implementasinya tidak mudah. Karena itu, yang harus kita dorong adalah bagaimana regulasi tersebut benar-benar hadir dan dirasakan oleh peternak di lapangan,” ujar Riyono.

Dalam audiensi tersebut, peternak menyampaikan harga telur telah berada di kisaran Rp23.000–Rp24.000 per kilogram sejak 30 Maret 2026 dan belum menunjukkan pemulihan, sementara biaya pakan terus meningkat. Mereka juga mengeluhkan semakin banyaknya peternakan besar dengan kapasitas puluhan ribu ekor yang dinilai mengancam keberlangsungan peternakan rakyat.

Riyono menilai keberadaan peternakan besar tidak boleh mengorbankan keberlangsungan peternak rakyat. Ia juga menegaskan bahwa pembukaan kandang baru, terlebih yang tidak memiliki izin, harus ditertibkan.

“Tidak boleh ada pembukaan kandang baru, apalagi tidak berizin, harus ditindak dan dihentikan. Jangan sampai peternak rakyat yang sudah bertahun-tahun menggantungkan hidupnya dari usaha ini justru semakin terdesak oleh ekspansi peternakan besar,” tegasnya.

Selain persoalan harga telur, Riyono menyoroti kelangkaan jagung yang menjadi salah satu komponen penting pakan ayam petelur. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Bulog agar kebutuhan jagung bagi peternak Magetan dapat diprioritaskan.

“Kita akan koordinasikan dengan Bulog agar Magetan diprioritaskan. Mohon dibuatkan surat permohonan dari Dinas Peternakan sesuai kebutuhan, sebesar 4.000 ton,” katanya.

Riyono menegaskan aspirasi tersebut perlu ditindaklanjuti dengan langkah konkret dan koordinasi lintas lembaga, sehingga kebijakan pangan tidak hanya menjaga ketersediaan komoditas, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha peternak rakyat.

Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur VII, Riyono menyatakan siap mengawal persoalan tersebut agar mendapat perhatian pemerintah pusat. Menurutnya, keberlangsungan peternak rakyat merupakan bagian penting dari ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat daerah.(goes)

About The Author