Masih Ada 160 Guru di Magetan Belum Jelas Statusnya, PGRI Siap Terus Kawal Hingga Tuntas

MAGETAN(LAWUTV.COM) – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Magetan menyatakan komitmennya untuk terus mengawal nasib sekitar 160 guru yang hingga memasuki Tahun Ajaran 2026/2027 masih belum memperoleh kepastian status kepegawaian.(25/7/26) Ketua PGRI Kabupaten Magetan, Sundarto, menegaskan bahwa para guru tersebut telah mengabdikan diri di dunia pendidikan dan layak mendapatkan perhatian serta kepastian dari pemerintah. Menurutnya,…

Avatar agus

by

1 menit

Read Time

MAGETAN(LAWUTV.COM) – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Magetan menyatakan komitmennya untuk terus mengawal nasib sekitar 160 guru yang hingga memasuki Tahun Ajaran 2026/2027 masih belum memperoleh kepastian status kepegawaian.(25/7/26)

Ketua PGRI Kabupaten Magetan, Sundarto, menegaskan bahwa para guru tersebut telah mengabdikan diri di dunia pendidikan dan layak mendapatkan perhatian serta kepastian dari pemerintah. Menurutnya, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut masa depan para pendidik yang selama ini berkontribusi mencerdaskan generasi bangsa.
“Tidak bisa terus seperti ini karena belum ada aturan yang memberikan kepastian status mereka. Kalau memang belum bisa diangkat, setidaknya ada pengakuan melalui kebijakan pemerintah daerah, misalnya sebagai relawan guru yang statusnya diakui. Jika tidak ada kepastian, bagaimana masa depan mereka,” ujar Sundarto.
PGRI Magetan juga berharap pemerintah pusat dapat kembali membuka akses Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi guru-guru yang belum terakomodasi, sehingga mereka memiliki kesempatan memperoleh status kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, PGRI mendorong Pemerintah Kabupaten Magetan untuk mengambil langkah strategis melalui kebijakan daerah sebagai bentuk perlindungan terhadap guru yang selama ini tetap mengabdi meski belum memiliki kepastian status.
Sundarto menegaskan, PGRI tidak akan tinggal diam. Organisasi profesi guru tersebut akan terus melakukan koordinasi dan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, hingga persoalan 160 guru tersebut mendapatkan solusi yang jelas.
“PGRI akan terus mengawal perjuangan guru-guru ini. Mereka telah mengabdi dengan penuh dedikasi untuk pendidikan. Sudah semestinya negara dan pemerintah hadir memberikan kepastian serta penghargaan atas pengabdian mereka,” tegas Sundarto.
PGRI berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan agar para guru dapat menjalankan tugasnya dengan tenang, fokus meningkatkan kualitas pembelajaran, serta terus mencetak generasi muda yang unggul demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Magetan.( Goes )

About The Author