MAGETAN — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut dirasakan warga RT 05/RW 02, Dukuh Seterong, Desa Tapak, Magetan. Berbagai kegiatan lomba kemerdekaan digelar pada 25 Agustus 2026 sebagai sarana mempererat kebersamaan dan gotong royong antarwarga.
Kegiatan tersebut dikemas dalam dua rangkaian acara. Pada pagi hari, mulai pukul 07.30 hingga 11.30 WIB, digelar sejumlah permainan untuk anak-anak, di antaranya sodok balon, sendok kelereng, paku dalam botol, makan kerupuk, koin jeruk, hingga lomba memindahkan air menggunakan corong.
Sementara pada siang hari mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, giliran warga dewasa mengikuti berbagai permainan tradisional seperti panjat pinang, cekel welut dan sejumlah lomba hiburan lainnya.
Tidak berhenti sampai di situ, pada malam harinya, pukul 20.00 WIB, Karang Taruna RT 05/RW 02 juga menggelar Gebyar Kemerdekaan. Acara tersebut diisi live music, tari tradisional, pentas seni, serta hiburan lainnya. Sejumlah talenta lokal turut ditampilkan untuk memeriahkan malam peringatan kemerdekaan.

Yang menjadi perhatian, panitia menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut murni diselenggarakan menggunakan dana mandiri lingkungan dan gotong royong warga. Artinya, kegiatan tidak mengandalkan anggaran pemerintah maupun bantuan dari pihak tertentu, melainkan berasal dari partisipasi dan swadaya masyarakat setempat.
Ketua/panitia kegiatan menyampaikan bahwa semangat utama pelaksanaan acara bukan sekadar mencari hiburan atau hadiah, tetapi membangun kebersamaan warga.
“Yang paling penting adalah kebersamaan. Menang atau kalah dalam perlombaan tetap sepakat dan rukun. Kegiatan ini merupakan bentuk gotong royong warga untuk memeriahkan kemerdekaan,” demikian semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut.
Selain perlombaan, acara malam juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk ikut berperan dalam kegiatan sosial dan budaya di lingkungan. Penampilan seni tradisional serta hiburan musik diharapkan dapat memberikan ruang kreativitas sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan.
Dengan pendanaan yang berasal dari swadaya masyarakat, kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat dilakukan secara sederhana namun tetap meriah. Partisipasi warga menjadi modal utama agar tradisi kebersamaan dan gotong royong tetap terjaga.
Panitia juga mengajak seluruh warga untuk hadir dan ikut menyukseskan kegiatan dengan semangat persaudaraan. Merdeka bukan hanya tentang kemeriahan acara, tetapi juga tentang kebersamaan, gotong royong dan kepedulian antarwarga.(goes)




















