Advertisement

SMPN 1 Poncol Raih Juara Karnaval Budaya Kecamatan Poncol, “Loncang Lestari, Kreman Berarti” Jadi Pesan Kemenangan

PONCOL, MAGETAN — Semarak Karnaval Budaya Kecamatan Poncol dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia semakin meriah dengan penampilan SMP Negeri 1 Poncol (SNESPO Sekolah Berbudaya). Mengusung tema “Loncang Lestari, Kreman Berarti: Merawat Tradisi, Menghidupi Negeri”, rombongan SMPN 1 Poncol berhasil tampil memukau dan akhirnya meraih juara dalam Karnaval Budaya Kecamatan Poncol.

Sebanyak 125 peserta yang terdiri atas guru, tenaga kependidikan, dan siswa tampil kompak mengikuti karnaval yang digelar Kamis (20/8/2026). Mereka menempuh rute kurang lebih tiga kilometer, dari Lapangan Kelurahan Alastuwo hingga Lapangan Kecamatan Poncol.

Penampilan SMPN 1 Poncol semakin istimewa dengan keterlibatan langsung Kepala SMPN 1 Poncol, Supardi, S.Pd., M.Pd., yang tampil sebagai Raja Kerajaan SNESPO Hadiningrat. Ia berjalan bersama seluruh peserta hingga garis finis.

Konsep arak-arakan yang ditampilkan bukan sekadar mengandalkan kemeriahan kostum, tetapi sarat dengan pesan budaya dan kehidupan masyarakat Poncol. Di barisan terdepan tampil Pasukan Petani Loncang, kemudian diikuti Pasukan Karnival, Pasukan Pengiring Sapi Kreman (Blantik), Pasukan Menjangan, Pasukan Daun, Pasukan Jalak Lawu, Pasukan Kera, Gunungan, serta Pasukan Keranjang.

Setiap unsur memiliki filosofi tersendiri. Loncang menjadi simbol hasil pertanian dan kekayaan pangan lokal. Sementara sapi kreman dan blantik menggambarkan aktivitas ekonomi masyarakat yang telah menjadi bagian dari kehidupan warga Poncol.

Adapun menjangan, daun, jalak Lawu, dan kera merepresentasikan kedekatan masyarakat dengan alam serta kekayaan keanekaragaman hayati kawasan pegunungan. Gunungan menjadi simbol kemakmuran dan rasa syukur atas hasil bumi, sedangkan keranjang menggambarkan aktivitas masyarakat dalam membawa dan mengolah hasil pertanian.

Konsep yang kuat tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang menyaksikan sepanjang jalur karnaval. Kekompakan peserta, kreativitas penampilan, serta pesan pelestarian budaya menjadi kekuatan tersendiri hingga akhirnya SMPN 1 Poncol dinobatkan sebagai juara.

Kepala SMPN 1 Poncol, Supardi, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, kemenangan yang diraih bukan semata-mata soal mendapatkan penghargaan, melainkan buah dari kerja sama seluruh warga sekolah.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas hasil yang diraih SMPN 1 Poncol. Ini adalah buah dari kerja sama guru, tenaga kependidikan, dan seluruh siswa. Yang terpenting, anak-anak mendapatkan pengalaman untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerahnya,” ujar Supardi.

Ia menegaskan bahwa tema “Loncang Lestari, Kreman Berarti” sengaja dipilih untuk mengangkat potensi lokal sekaligus menyampaikan pesan bahwa tradisi dan budaya merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat.

“Karnaval ini bukan sekadar parade. Kami ingin menunjukkan bahwa budaya lokal harus terus dirawat. Ketika generasi muda mengenal dan mencintai budayanya, mereka akan menjadi generasi yang mampu menjaga warisan daerah,” imbuhnya.

Keberhasilan tersebut sekaligus mempertegas identitas SNESPO sebagai Sekolah Berbudaya. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar tentang tradisi, lingkungan, kehidupan sosial, kreativitas, dan kearifan lokal.

Bagi 125 peserta yang terlibat, kemenangan ini menjadi pengalaman yang membanggakan. Mereka tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga identitas budaya Poncol.

Antusiasme masyarakat yang memenuhi sepanjang rute karnaval turut menjadi energi bagi para peserta. Sorak dan apresiasi warga mengiringi langkah rombongan hingga mencapai garis finis di Lapangan Kecamatan Poncol.

Kemenangan SMPN 1 Poncol menjadi bukti bahwa kreativitas, kekompakan, dan kecintaan terhadap budaya dapat berjalan beriringan.

Dari Loncang hingga Kreman, dari Jalak Lawu hingga Gunungan, seluruhnya dirangkai menjadi satu cerita tentang Poncol—tentang alam, tradisi, masyarakat, dan generasi muda yang siap menjadi penerusnya.

“Loncang Lestari, Kreman Berarti — Merawat Tradisi, Menghidupi Negeri.”

Dengan prestasi tersebut, SNESPO Sekolah Berbudaya tidak hanya menjadi juara karnaval, tetapi juga tampil sebagai juara dalam menghidupkan semangat pelestarian budaya di tengah generasi muda.(goes)

About The Author