Advertisement

Waspada Modus Penipuan TPG, Kadikpora Magetan Ingatkan Guru Jangan Sembarangan Berikan Data Pribadi

MAGETAN – Dunia pendidikan kembali dihadapkan pada ancaman penipuan berbasis digital. Kali ini, modus yang menyasar guru dan tenaga kependidikan (GTK) berkaitan dengan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan informasi seputar GTK.

Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan mengeluarkan imbauan kepada seluruh guru agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pesan maupun telepon dari nomor pribadi yang mengatasnamakan pihak tertentu dan menawarkan bantuan terkait pencairan TPG.

Melalui imbauan yang disampaikan Kepala Dinas Dikpora Magetan, Suhardi, S.Pd., M.M.Pd., para guru diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Terlebih apabila komunikasi tersebut meminta data pribadi, dokumen, maupun informasi rekening dengan alasan proses pencairan atau validasi TPG.

Dalam poster peringatan yang disebarkan Dikpora Magetan, disebutkan bahwa berdasarkan rekam jejak digital terbaru, terdapat nomor yang diduga digunakan dalam modus penipuan dengan mengatasnamakan layanan informasi dan pengelolaan data SIMTUN serta GTK.

Modus yang perlu diwaspadai antara lain menyebarkan pesan melalui media sosial, terutama grup Facebook guru, mengirim pesan pribadi yang menawarkan bantuan pencairan TPG, hingga berpotensi meminta data pribadi dan sejumlah biaya dengan berbagai alasan.

Pelaku juga dapat menggunakan alasan seperti TPG belum cair, rekening belum muncul dalam informasi GTK, atau membutuhkan validasi data agar TPG segera dicairkan.

Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian serius karena data pribadi guru merupakan informasi penting yang harus dilindungi. Kebocoran data seperti NIK, kata sandi, kode OTP, nomor rekening, maupun foto dokumen dapat dimanfaatkan untuk berbagai tindakan yang merugikan.

Jangan Mudah Percaya

Dikpora Magetan mengingatkan guru untuk tidak mempercayai pihak yang menawarkan bantuan pencairan TPG melalui nomor pribadi yang tidak jelas asal-usulnya.

Guru juga diminta tidak memberikan data pribadi, termasuk NIK, password, OTP, informasi rekening, maupun foto dokumen kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi.

Selain itu, masyarakat pendidikan diminta tidak menghubungi kembali nomor yang tidak resmi dan tidak terverifikasi oleh instansi terkait.

Apabila menemukan indikasi penipuan, guru disarankan segera melaporkannya kepada pihak berwenang atau platform terkait serta menyampaikan informasi tersebut kepada rekan guru lainnya agar tidak ada korban berikutnya.

Pastikan Informasi dari Kanal Resmi

Dikpora Magetan menegaskan bahwa setiap informasi mengenai TPG maupun GTK sebaiknya dikonfirmasi melalui kanal resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) atau Dinas Pendidikan setempat.

Pesan sederhana yang disampaikan dalam kampanye tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh insan pendidikan:

“Jangan mudah percaya, jangan mudah memberi data. Lindungi data pribadi Anda.”

Di tengah derasnya arus informasi digital, kewaspadaan menjadi benteng pertama. Guru diharapkan tidak tergesa-gesa mengambil keputusan hanya karena menerima pesan yang menjanjikan pencairan tunjangan secara cepat.

Guru cerdas tidak mudah tertipu. Lindungi diri, lindungi data, dan lindungi hak Anda.(goes)

About The Author