MAGETAN |Lawu TV – Majelis Dzikir Sholawat Kabupaten Magetan kembali menggelar Pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Kamis (3/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Ki Mageti, kompleks Taman Refugia, Plaosan, tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Magetan, Forkopimcam, TNI-Polri, ulama, umara, serta jamaah majelis taklim dari berbagai elemen masyarakat.
Pemilihan Masjid Ki Mageti sebagai lokasi kegiatan turut memberikan daya tarik tersendiri. Selain berada di kawasan Taman Refugia yang memiliki panorama menarik, lokasi tersebut juga berdekatan dengan Pasar Sayur Plaosan dan sejumlah destinasi wisata.
Dalam kegiatan tersebut, Nyai Mitroatin dari Bojonegoro yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro menyampaikan tausiah dengan pesan utama mengenai pentingnya menjaga ukhuwah, kerukunan umat, serta persatuan bangsa dan negara.

Ia mengajak jamaah untuk tetap menjaga kedamaian di tengah berbagai persoalan, ujian, dan musibah yang terjadi di sejumlah daerah.
“Di tengah kondisi saat ini, ketika banyak ujian dan musibah terjadi di berbagai tempat, hendaknya kita selalu eling lan waspodo, manembah marang Gusti Allah,” pesannya.
Nuansa peringatan Maulid semakin khidmat ketika jamaah diajak bersama-sama melantunkan sholawat. Munajat dzikir dan sholawat dipimpin oleh Kyai Anwar, pimpinan Majelis Dzikir Kabupaten Magetan yang turut memprakarsai berdirinya majelis tersebut sejak 2017.
Selain tausiah dan dzikir sholawat, kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan berupa mushaf Al-Qur’an dan buku Iqro. Panitia juga menyerahkan hadiah bagi para pemenang lomba dalam rangkaian kegiatan Agustusan.
Sekretaris Majelis Dzikir Kabupaten Magetan, Wasis Eka Susila, yang juga bertugas di Kementerian Agama, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Magetan dan Indonesia agar tetap damai, guyub, dan rukun.
Menurutnya, sinergi antara ulama dan umara menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya cita-cita bangsa.
“Ulama dan umara harus terus bersinergi. Mari bersama-sama menjaga Magetan dan Indonesia agar tetap damai, guyub dan rukun,” ujarnya.

Majelis Dzikir Kabupaten Magetan sendiri telah berdiri sejak 10 Mei 2017. Selain aktif menyelenggarakan kegiatan dakwah dan keagamaan, majelis tersebut juga menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Sejumlah kegiatan sosial yang pernah dilakukan antara lain pemberian bantuan kepada korban bencana Semeru, Kelud dan Demak, bantuan bagi warga terdampak kekeringan di wilayah Magetan, Ponorogo dan Ngawi, serta program Jumat Berkah yang dilaksanakan bersama relawan Jabal Nur.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, Majelis Dzikir Sholawat Magetan berharap semangat keteladanan Rasulullah dapat menjadi penguat persaudaraan, kepedulian sosial, serta kerukunan masyarakat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.(goes)
















