Advertisement

Siswa SMAN 1 Karas Belajar Sulap Limbah Tekstil Jadi Mini Sling Bag “Lawu Karas”

MAGETAN |Lawu TV – Kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan terus dikembangkan SMAN 1 Karas. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan mini sling bag menggunakan teknik patchwork “Lawu Karas” dari limbah tekstil, yang diikuti siswa dari program Double Track (DT) Tata Busana, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk mengembangkan keterampilan sekaligus belajar memanfaatkan limbah kain perca menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Dalam pelatihan, siswa mendapatkan pembelajaran mulai dari penyiapan bahan, pembuatan pola patchwork, perakitan, hingga tahap finishing. Potongan kain perca disusun menjadi pola geometris yang kemudian dirangkai menjadi mini sling bag dengan mengangkat karakter lokal Magetan melalui konsep “Lawu Karas”.

Kepala SMAN 1 Karas, Idha Rachmawati, berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan menyerap ilmu yang diberikan oleh para trainer.

“Harapan kami anak-anak bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik, sehingga ilmu-ilmu yang diberikan dapat terserap dan nantinya bisa bermanfaat, baik untuk keterampilan mereka maupun untuk pengembangan diri ke depan,” ujar Idha.

Menurutnya, keterampilan seperti tata busana tidak hanya memberikan kemampuan teknis kepada siswa, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk menumbuhkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah mendorong siswa agar mampu melihat limbah bukan sekadar barang yang harus dibuang. Dengan kreativitas dan keterampilan, limbah tekstil dapat diolah menjadi produk yang menarik sekaligus berpotensi memiliki nilai jual.

Selain aspek keterampilan, kegiatan tersebut menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular di lingkungan sekolah.

Melalui program Double Track, SMAN 1 Karas berharap para siswa tidak hanya memiliki pengalaman belajar di bidang akademik, tetapi juga mempunyai keterampilan praktis, kreativitas, kepedulian lingkungan, serta keberanian untuk melihat peluang usaha dari potensi yang ada di sekitarnya.

Dari limbah menjadi karya, dari keterampilan menjadi peluang—SMAN 1 Karas terus mendorong lahirnya generasi kreatif dan mandiri.(goes)

About The Author