PONOROGO |Lawu TV – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Ponorogo menggelar Apel Besar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di sisi timur Alun-Alun Ponorogo ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi, Mendukung Swadaya Pangan, serta Menuju Indonesia Emas 2045.”
Apel besar tersebut diikuti jajaran pengurus Kwarcab Ponorogo, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta peserta Pramuka dari Gugus Depan (Gudep) dan sekolah, mulai golongan Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega, serta Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Ponorogo.
Kehadiran para peserta dari berbagai tingkatan kepramukaan tersebut menunjukkan besarnya partisipasi jajaran Gerakan Pramuka Ponorogo dalam memperingati HUT ke-65 sekaligus memperkuat pembinaan generasi muda di tingkat sekolah maupun kwartir ranting.
Upacara dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) Ponorogo. Kehadiran unsur TNI, pemerintah daerah, pengurus Kwarcab, pembina Pramuka, serta para pelajar menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam membangun dan membina generasi muda melalui Gerakan Pramuka.
Sekretaris Kwarcab Ponorogo, Eko Budi Santoso, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya apel besar tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, pengurus Kwarcab, panitia, serta pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa melaksanakan kegiatan dengan sukses. Terima kasih kepada seluruh peserta, pengurus Kwartir Cabang, seluruh panitia, dan semua pihak yang telah membantu,” ujar Eko Budi Santoso.

Meski berjalan lancar, Eko mengakui masih terdapat beberapa kendala selama pelaksanaan upacara. Sejumlah peserta didik dilaporkan tidak kuat mengikuti kegiatan hingga harus mendapatkan pertolongan.
Menurut Eko, kondisi tersebut kemungkinan dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya peserta yang belum sarapan sebelum mengikuti apel, kondisi cuaca yang cukup panas, serta adanya perbedaan pola pembelajaran dan pembinaan Pramuka antara masa dahulu dengan kondisi saat ini.
“Memang ada sedikit kendala, ada anak-anak yang tumbang atau tidak kuat mengikuti upacara. Mungkin pertama karena belum sarapan, kedua karena hawa di Ponorogo cukup panas, dan yang ketiga mungkin cara pembelajaran Pramuka tempo dulu dengan sekarang banyak yang berbeda,” jelasnya.
Kondisi tersebut, lanjut Eko, akan menjadi bahan evaluasi Kwarcab Ponorogo untuk pelaksanaan kegiatan serupa pada masa mendatang. Persiapan yang lebih matang, termasuk memastikan kondisi fisik peserta, diharapkan dapat dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Semoga kejadian-kejadian seperti ini tahun depan tidak terjadi lagi. Tentunya harus ada persiapan yang lebih matang,” katanya.
Eko juga memberikan apresiasi kepada Palang Merah Remaja (PMR) yang sigap membantu peserta yang mengalami kondisi kurang sehat selama pelaksanaan apel.
“Terima kasih juga kepada PMR yang telah membantu teman-temannya yang pingsan dalam upacara. Tanpa bantuan anak-anak PMR, mungkin kegiatan ini kurang berarti,” ungkapnya.
Peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum ini menjadi bagian dari penguatan peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, peduli terhadap sesama, memiliki semangat gotong royong, serta mampu berkontribusi dalam mendukung ketahanan dan swadaya pangan.
Melalui semangat menuju Indonesia Emas 2045, Gerakan Pramuka diharapkan terus menjadi wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan generasi muda agar mereka siap menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.(goes)




















