MAGETAN |Lawu TV – Kampus UNESA 5 terus mendorong penguatan kapasitas perempuan sebagai bagian penting dalam pembangunan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Optimalisasi Peran Perempuan Berbasis SDGs untuk Revitalisasi Citra ‘PESU’ sebagai Desa Pancasila di Kabupaten Magetan.”
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Pesu, Kabupaten Magetan, ini diikuti oleh ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Pesu dan turut dihadiri oleh Kepala Desa (Lurah) Pesu. Keterlibatan pemerintah desa dan kelompok perempuan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan. Mengusung Sustainable Development Goal (SDG) 5: Gender yangEquality, kegiatan ini berfokus pada optimalisasi peran perempuan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pembangunan desa, pemberdayaan ekonomi, koperasi, hingga resolusi konflik sosial.
Kegiatan PKM ini menempatkan ibu-ibu PKK bukan hanya sebagai penerima informasi, tetapi sebagai aktor yang memiliki peran strategis dalam pembangunan desa. Melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan, perempuan didorong untuk semakin aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat serta memiliki ruang yang lebih besar untuk menyampaikan gagasan, mengambil bagian dalam pengambilan keputusan, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat SDG 5, yaitu mendorong kesetaraan dan pemberdayaan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.
Memperkuat Citra PESU sebagai Desa Pancasila
Optimalisasi peran perempuan menjadi bagian dari upaya revitalisasi citra “PESU” sebagai Desa Pancasila di Kabupaten Magetan.
Dalam konteks ini, Desa Pancasila tidak hanya dimaknai sebagai identitas, tetapi juga sebagai praktik kehidupan masyarakat yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Perempuan, khususnya ibu-ibu PKK, memiliki posisi strategis dalam menghidupkan nilai tersebut melalui aktivitas keluarga dan kemasyarakatan.
Keterlibatan Kepala Desa Pesu bersama ibu-ibu PKK dalam kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi dalam memperkuat pemberdayaan perempuan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Prof. Dr. Sarmini, M.Hum.; Dr. Gading Gamaputra, S.AP., MPA.; Dr. Anna Noordia, S.TP., M.Kes.; Ika Febriana Wati, M.Pd.; Suyanti Fatma Umayfa, S.S., M.A.; dan Dr. Hezron Sabar Rotua Tinambunan, S.H., M.H.
Kolaborasi multidisipliner tersebut menjadi bagian dari komitmen UNESA untuk menghadirkan kontribusi akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi bersama pemerintah desa dan kelompok perempuan membangun ruang pembelajaran dan pemberdayaan yang mengintegrasikan nilai Pancasila, kesetaraan gender, dan pembangunan berkelanjutan.
Salah satu materi yang diberikan adalah Pendidikan Pancasila Berkelanjutan bagi Perempuan. Ika Febriana Wati, M.Pd., mengajak peserta menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat.Nilai gotong royong, musyawarah, persatuan, kemanusiaan, serta keadilan sosial menjadi landasan dalam mendorong perempuan untuk berkontribusi secara aktif dalam kehidupan desa.Melalui pemahaman tersebut, perempuan diharapkan dapat menjadi penggerak nilai-nilai Pancasila sekaligus berkontribusi dalam memperkuat identitas Desa Pesu sebagai Desa Pancasila.
Materi berikutnya membahas peningkatan peran perempuan dalam pembangunan desa dan koperasi. Suyanti Fatma Umayfa, M.A. melihat berbagai peluang keterlibatan perempuan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, pengelolaan kelembagaan, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa menjadi penting karena pembangunan yang inklusif membutuhkan partisipasi berbagai kelompok masyarakat, termasuk perempuan. Penguatan kapasitas ibu-ibu PKK diharapkan dapat memperluas ruang kontribusi perempuan dalam berbagai kegiatan desa sekaligus memperkuat jejaring dan kerja sama antarmasyarakat.
Kegiatan juga memberikan perhatian pada pemberdayaan ekonomi perempuan. Prof. Dr. Sarmini, M.Hum., mengajak perempuan untuk mengenali potensi di lingkungan sekitar dan mengembangkannya menjadi aktivitas produktif. Pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu aspek penting dalam kesetaraan gender karena memberikan kesempatan kepada perempuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian dalam kehidupan ekonomi.
Upaya tersebut juga memiliki keterkaitan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth, meskipun fokus utama kegiatan tetap pada SDG 5: Gender Equality.
Tidak hanya dalam bidang ekonomi, perempuan juga memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial. Karena itu, salah satu materi PKM membahas peran perempuan dalam penyelesaian konflik sosial. Di sini, Dr. Hezron Sabar Rotua Tinambunan, S.H., M.H. mengajak memahami pentingnya komunikasi, dialog, musyawarah, dan penyelesaian persoalan secara damai. Kemampuan tersebut dapat diterapkan mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat. Penguatan peran ini diharapkan dapat mendorong perempuan untuk menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan sosial yang harmonis serta memperkuat solidaritas masyarakat Desa Pesu.
Mengintegrasikan SDG 5 dalam Aktivitas Perempuan Desa
Melalui kegiatan ini, Dr. Anna Noordia, S.TP., M.Kes., mengajak ibu-ibu PKK untuk mengidentifikasi berbagai aktivitas perempuan yang berkaitan dengan SDG 5. Kegiatan PKK, pengelolaan ekonomi keluarga, aktivitas sosial, pendidikan keluarga, keterlibatan dalam organisasi desa, hingga partisipasi dalam pembangunan merupakan ruang strategis bagi perempuan untuk berkontribusi. Dari perspektif SDGs, aktivitas tersebut dapat dipahami sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih setara, inklusif, dan berkelanjutan.
Kegiatan PKM di Desa Pesu menjadi salah satu bentuk kontribusi UNESA dalam mendukung SDG 5: Gender Equality, dengan mendorong perempuan agar semakin berdaya, berpartisipasi, dan memiliki ruang yang setara dalam kehidupan sosial, ekonomi, serta pembangunan desa.(goes)


















