BOJONEGORO(LAWUTV.COM) – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, SMKN Kasiman Bojonegoro terus berupaya membangun budaya literasi digital yang sehat dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kampanye edukatif bertajuk “Bijak Menggunakan Media Digital”, yang mengajak seluruh peserta didik untuk memanfaatkan teknologi secara cerdas, aman, dan beretika.
Bijak Bermedia Digital, SMKN Kasiman Perkuat Literasi dan Etika Siswa di Era Teknologi
BOJONEGORO(LAWUTV.COM) – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, SMKN Kasiman Bojonegoro terus berupaya membangun budaya literasi digital yang sehat dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kampanye edukatif bertajuk “Bijak Menggunakan Media Digital”, yang mengajak seluruh peserta didik untuk memanfaatkan teknologi secara cerdas, aman, dan beretika. Kepala…
Kepala SMKN Kasiman Bojonegoro, Eko Ratmianto, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa media digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan pelajar. Karena itu, diperlukan pemahaman yang baik agar teknologi dapat menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan prestasi, bukan sebaliknya.
“Media digital memiliki manfaat yang sangat besar jika digunakan secara tepat. Namun di sisi lain juga memiliki risiko apabila disalahgunakan. Karena itu sekolah memiliki tanggung jawab untuk membimbing siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dalam materi sosialisasi yang dipasang di lingkungan sekolah, SMKN Kasiman menekankan empat nilai utama dalam penggunaan media digital, yakni aman, bertanggung jawab, cerdas, dan berprestasi.
Sebagai bentuk penguatan disiplin, sekolah juga menetapkan sejumlah pembatasan penggunaan media digital selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Di antaranya larangan menggunakan telepon genggam tanpa izin guru, membuka media sosial atau permainan daring saat jam pelajaran, hingga merekam guru maupun teman tanpa persetujuan.
Selain itu, siswa juga diingatkan untuk tidak menyebarkan informasi bohong (hoaks), ujaran kebencian, maupun tindakan perundungan siber (cyberbullying). Larangan mengakses konten yang bertentangan dengan norma agama, kesusilaan, dan aturan sekolah juga menjadi bagian dari komitmen menjaga lingkungan pendidikan yang kondusif.
“Pendidikan karakter di era digital tidak hanya mengajarkan keterampilan menggunakan teknologi, tetapi juga membentuk etika dan tanggung jawab dalam berinteraksi di ruang digital,” kata Eko.
Teknologi untuk Pembelajaran dan Kreativitas
Di sisi lain, sekolah mendorong siswa memanfaatkan media digital untuk kegiatan yang produktif.Â
Penggunaan internet untuk mencari referensi pembelajaran, mengakses platform e-learning, mengerjakan tugas berbasis digital, hingga membuat karya kreatif seperti presentasi, video pembelajaran, dan desain edukatif menjadi bagian dari proses belajar yang didukung sekolah.
SMKN Kasiman juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bertanggung jawab.Â
Siswa diminta tetap melakukan verifikasi informasi dan mencantumkan sumber yang digunakan sebagai bentuk penghargaan terhadap integritas akademik.
Praktisi pendidikan dan pemerhati literasi digital menilai langkah semacam ini relevan dengan tantangan zaman.
Berdasarkan berbagai kajian nasional, penggunaan media digital yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyebaran hoaks, kecanduan gawai, hingga cyberbullying di kalangan remaja. Sebaliknya, pemanfaatan teknologi yang tepat dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, kreativitas, dan kompetensi siswa.
Membangun Jejak Digital Positif
Melalui kampanye tersebut, SMKN Kasiman berharap seluruh peserta didik semakin memahami bahwa setiap aktivitas di dunia maya akan meninggalkan jejak digital yang dapat berdampak pada masa depan mereka.
Sekolah mengajak siswa untuk selalu berpikir sebelum mengunggah atau membagikan informasi, menjaga privasi dan keamanan akun, serta mematuhi aturan sekolah dalam penggunaan perangkat digital.
“Dengan literasi digital yang baik, kami berharap siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga generasi yang mampu menciptakan inovasi, menjaga etika, dan meraih prestasi melalui media digital,” pungkas Eko Ratmianto.
Kampanye ini menjadi bagian dari upaya SMKN Kasiman Bojonegoro dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, produktif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi di era digital.
Previous Post
Next Post
Latest News
About the Author

AF themes
SURAT KEPUTUSAN
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA
Nomor: AHU-0015693.AH.01.01 2021
PT. Renata Mediatama Indonesia.

You May Have Missed













