Advertisement

Riyono Caping Salurkan Bantuan untuk Relawan Kebakaran Gunung Lawu melalui BPBD Magetan

MAGETAN|Lawu TV– Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi PKS, Riyono Caping, menyalurkan bantuan berupa air minum, makanan, dan buah-buahan untuk mendukung relawan penanganan kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu. Bantuan yang disalurkan melalui tim relawannya lewat BPBD Kabupaten Magetan pada Jumat (23/10/2026) tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan relawan yang bertugas di lapangan.

Rizal dan Eka, anggota serta staf BPBD Kabupaten Magetan, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Dukungan tersebut dinilai menjadi bentuk kepedulian terhadap para relawan yang terlibat dalam upaya penanganan kebakaran hutan.

Riyono berharap kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lain sehingga dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan di Kabupaten Magetan dapat diminimalkan.

Ia juga mengimbau para relawan agar tetap berhati-hati selama menjalankan tugas. Keselamatan harus menjadi prioritas, mengingat penanganan kebakaran hutan memiliki risiko yang perlu diantisipasi dengan baik.

Riyono mengungkapkan keinginannya untuk melihat secara langsung kondisi kebakaran di kawasan Gunung Lawu. Namun, karena keterbatasan waktu dan aktivitas yang harus dijalankan, ia belum dapat hadir langsung di lokasi.

Melalui sambungan video call, Riyono juga menyampaikan harapan agar ke depan dapat diselenggarakan pelatihan bagi relawan kebakaran di Kabupaten Magetan dengan melibatkan BPBD setempat.

Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan relawan dalam menghadapi situasi darurat, terutama kebakaran hutan dan lahan. Dengan kesiapan yang lebih baik, relawan diharapkan mampu melakukan langkah awal penanganan secara cepat dan tepat sesuai prosedur keselamatan, sembari berkoordinasi dengan petugas berwenang.

Selain pelatihan, Riyono mendorong pembentukan kelompok relawan berdasarkan lokasi dan wilayah tempat tinggal, khususnya masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan. Keberadaan kelompok tersebut diharapkan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat serta mempercepat penyampaian informasi apabila muncul titik api.

Bantuan yang diberikan, menurut pesan yang disampaikan Riyono, tidak semata-mata dinilai dari jumlah maupun harga barang. Lebih dari itu, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan moral bagi para relawan yang berada di garis depan dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Meski berada di Jakarta, Riyono berharap tetap dapat berkontribusi melalui tim relawannya untuk mendukung kebutuhan di lapangan sekaligus mendorong peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Ke depan, sinergi antara relawan, BPBD, dan instansi terkait diharapkan semakin kuat. Dengan dukungan yang berkelanjutan, pelatihan, serta koordinasi yang baik, penanganan kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu diharapkan semakin efektif dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas dan relawan.

About The Author