MAGETAN – Sebanyak 1.300 anak TK/RA se-Kabupaten Magetan dijadwalkan mengikuti kegiatan manasik haji. Kegiatan edukatif tersebut tidak hanya menjadi sarana mengenalkan tata cara ibadah haji kepada anak-anak sejak dini, tetapi juga menjadi momentum membangun nilai religius dan karakter positif generasi muda.
Kegiatan manasik haji akan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama dijadwalkan mulai pukul 07.30 hingga 11.00 WIB, dengan jumlah peserta sekitar 900 anak. Sedangkan sesi kedua berlangsung pukul 13.30 hingga 16.00 WIB, yang diikuti sekitar 400 anak.
Rencananya, kegiatan pada sesi pagi akan dibuka oleh Bupati Magetan, meski hingga kini agenda tersebut masih dalam tahap konfirmasi.
Menariknya, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ayam Geprek Sa’i. Selain menjadi bagian dari kepanitiaan utama, Ayam Geprek Sa’i turut menyiapkan tim yang bertugas selama kegiatan sekaligus menyediakan konsumsi dalam jumlah besar untuk para peserta.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Ayam Geprek Sa’i untuk ikut mengambil peran dalam kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dan pembentukan karakter anak.
Melalui kegiatan manasik haji, anak-anak tidak sekadar mendapatkan pengalaman praktik ibadah, tetapi juga belajar mengenal nilai kedisiplinan, kebersamaan, ketertiban, dan nilai-nilai keagamaan melalui metode yang menyenangkan.
Ustaz dari tim internal Ayam Geprek Sa’i mengatakan, pihaknya merasa senang dapat terlibat dalam kegiatan yang memberikan edukasi keagamaan kepada anak-anak.
Menurutnya, kepedulian terhadap pendidikan tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan belajar di ruang kelas. Dukungan terhadap kegiatan positif yang membangun karakter dan pengalaman anak juga merupakan bagian penting dalam membantu menciptakan generasi yang lebih baik.
“Kami ingin Ayam Geprek Sa’i tidak hanya dikenal sebagai tempat makan, tetapi juga bisa hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat, khususnya dalam kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dan pembentukan karakter anak,” ujarnya.
Selain menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan, keterlibatan dalam kegiatan dengan jumlah peserta mencapai ribuan anak tersebut juga menunjukkan kesiapan Ayam Geprek Sa’i dalam melayani kebutuhan konsumsi dalam jumlah besar.
Persiapan dilakukan secara matang, mulai dari personel yang bertugas hingga penyediaan ribuan makanan agar kebutuhan peserta selama kegiatan dapat terpenuhi dengan baik.
Kegiatan manasik haji ini diharapkan berlangsung tertib, lancar, dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi ribuan anak TK/RA se-Kabupaten Magetan.
Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, manasik haji menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal ibadah sekaligus menanamkan nilai kebersamaan dan karakter sejak usia dini. Di sisi lain, keterlibatan Ayam Geprek Sa’i memperlihatkan bagaimana dunia usaha dapat ikut bersinergi mendukung kegiatan pendidikan dan sosial di tengah masyarakat.(goes)


















