BANDAR LAMPUNG(LAWUTV.COM )– Provinsi Lampung yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi singkong terbesar di Indonesia terus didorong untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulannya. Melimpahnya hasil panen singkong dinilai belum sepenuhnya memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi petani maupun pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Sistem Keamanan Pangan dan Diversifikasi Komoditi Olahan Singkong bagi IKM di Provinsi Lampung yang diselenggarakan Direktorat Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia di Fave Hotel Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu (18/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, narasumber Anastasia Fitria Maharani, S.TP. menekankan pentingnya penerapan sistem keamanan pangan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas produk olahan singkong agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Menurut Anastasia, Lampung memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri pengolahan singkong berorientasi ekspor. Namun, potensi tersebut harus didukung dengan penerapan standar keamanan pangan yang baik dan berkelanjutan.
“Tujuan workshop ini agar komoditas singkong di Lampung dapat berorientasi ekspor. Pelaku usaha harus memiliki sistem keamanan pangan yang baik sehingga kualitas produknya terjamin dan sesuai dengan standar internasional,” ujarnya.
Workshop ini juga memberikan pemahaman kepada para pelaku IKM mengenai pentingnya diversifikasi produk olahan singkong, khususnya produk berbasis tepung tapioka dan Modified Cassava Flour (Mocaf). Diversifikasi dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan nilai tambah, memperluas pasar, serta menciptakan produk yang lebih kompetitif.
Anastasia menjelaskan bahwa sertifikasi keamanan pangan tidak boleh dipandang hanya sebagai persyaratan administratif semata. Lebih dari itu, sertifikasi harus diikuti dengan penerapan sistem yang konsisten dalam proses produksi agar mutu produk tetap terjaga dan kepercayaan konsumen semakin meningkat.
Dengan penerapan standar keamanan pangan yang baik, produk olahan singkong Lampung memiliki peluang lebih besar untuk memasuki pasar modern, industri pangan skala besar, hingga pasar ekspor yang mensyaratkan kualitas dan keamanan produk secara ketat.
Menutup pemaparannya, Anastasia mengajak seluruh pelaku IKM di Lampung untuk tidak ragu mengurus dan menerapkan sertifikasi keamanan pangan sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi usaha mereka.
“Keamanan pangan bukan sekadar kewajiban, tetapi investasi untuk masa depan usaha. Dengan produk yang aman, berkualitas, dan memenuhi standar, peluang pasar akan semakin luas dan daya saing produk olahan singkong Lampung akan semakin kuat hingga mampu bersaing di tingkat global,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Perindustrian berharap IKM pengolahan singkong di Lampung dapat terus berkembang, meningkatkan kualitas produk, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah berbasis komoditas lokal yang berdaya saing tinggi.
