MAGETAN(LAWUTV.COM) – Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 yang diperingati pada 23 Juli 2026 menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus meneguhkan kembali komitmen pengabdian kepada masyarakat. Bagi PKB di Kabupaten Magetan, peringatan ini hadir di tengah dinamika politik yang tidak ringan.
Publik tentu masih mengingat kasus yang menjerat mantan Ketua DPRD Magetan dari PKB terkait persoalan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Kasus tersebut menjadi catatan penting yang harus dijadikan pelajaran bagi semua pihak. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama dalam politik, dan ketika ada kader yang tersandung persoalan hukum, dampaknya tidak hanya dirasakan individu yang bersangkutan, tetapi juga institusi yang menaunginya.
Namun demikian, sebuah partai politik tidak boleh diukur hanya dari kesalahan satu atau beberapa orang. Sebuah partai adalah rumah besar yang di dalamnya terdapat banyak kader, pengurus, dan wakil rakyat yang tetap bekerja untuk masyarakat. Karena itu, Harlah PKB ke-28 menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa partai mampu melakukan evaluasi, memperbaiki diri, dan terus hadir memberikan manfaat bagi rakyat.
Di Magetan, PKB masih memiliki tanggung jawab besar terhadap konstituen yang telah memberikan kepercayaan.
Berbagai persoalan daerah, mulai dari pertanian, UMKM, infrastruktur desa, hingga kesejahteraan masyarakat membutuhkan perhatian dan kerja nyata. Energi partai seharusnya tidak habis untuk menjawab polemik masa lalu, melainkan diarahkan untuk menghadirkan solusi bagi masa depan.
Tema Harlah PKB tahun ini, “Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi”, sesungguhnya sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Di tengah tantangan ekonomi, kenaikan biaya hidup, dan kebutuhan lapangan pekerjaan yang semakin besar, partai politik dituntut mampu melahirkan gagasan serta kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Masyarakat Magetan juga menunggu langkah konkret PKB dalam melakukan regenerasi kepemimpinan. Kader-kader muda harus diberikan ruang untuk tampil membawa semangat baru, sekaligus menjaga nilai-nilai perjuangan yang selama ini menjadi identitas partai. Dengan demikian, kepercayaan publik yang mungkin sempat tergerus dapat dipulihkan melalui kerja nyata dan integritas.
Pada akhirnya, ujian politik adalah bagian dari perjalanan setiap organisasi. Yang membedakan adalah bagaimana sebuah partai menyikapi ujian tersebut. Jika mampu menjadikan kritik sebagai bahan introspeksi dan memperkuat komitmen pengabdian, maka PKB memiliki peluang besar untuk tetap bangkit dan terus berkiprah di Kabupaten Magetan.
Harlah ke-28 bukan sekadar perayaan usia, tetapi momentum pembuktian bahwa PKB tetap berdiri, berbenah, dan bekerja untuk rakyat. Sebab, yang akan diingat masyarakat bukan hanya persoalan masa lalu, melainkan sejauh mana partai mampu menghadirkan manfaat bagi masa depan Magetan.(Goes)
