MAGETAN |Lawu TV – Anggota DPR RI Riyono Caping menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) keempat Perkumpulan Pranoto Acara yang digelar di plaza depan Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Magetan, tepatnya di depan Kantor DPUPR Kabupaten Magetan.
Dalam kesempatan tersebut, Riyono Caping menyampaikan harapannya agar momentum peringatan HUT keempat ini menjadi titik awal bagi lahirnya pranoto acara atau Master of Ceremony (MC) yang profesional, berkompeten, dan mampu menjadikan keterampilannya sebagai sumber penghasilan mandiri.
Menurut Riyono, profesi MC memiliki peran penting dalam berbagai kegiatan masyarakat maupun pemerintahan. Mulai dari acara sekolah, pernikahan, kegiatan kedinasan hingga berbagai agenda resmi lainnya, semuanya membutuhkan pembawa acara yang memiliki keterampilan dan kemampuan komunikasi yang baik.
Ia menilai, menjadi seorang MC bukan sekadar berbicara di depan banyak orang, melainkan membutuhkan kemampuan khusus, penguasaan suasana, kepercayaan diri, serta keterampilan mengatur jalannya acara.
“Ini momentum yang luar biasa. Saya berharap perkumpulan pranoto acara ini bisa melahirkan orang-orang hebat, orang-orang yang ke depan mampu mengembangkan keterampilannya dan menghasilkan rezeki sendiri dari profesi MC,” ungkap Riyono Caping.

Joglo Semar Diharapkan Menjadi Pusat Pendidikan MC
Lebih lanjut, Riyono Caping berharap keberadaan Joglo Semar yang berada di wilayah Jambangan Kawedanan dapat dimanfaatkan sebagai tempat pelatihan dan pendidikan pranoto acara.
Ia menginginkan tempat tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak muda yang memiliki minat dan bakat di bidang pembawa acara. Dengan adanya pelatihan yang terarah, para peserta diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sekaligus memperoleh bekal untuk menekuni profesi MC secara profesional.
Bahkan, Riyono berharap nantinya dapat diselenggarakan kegiatan pendidikan hingga prosesi wisuda bagi para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan pranoto acara.
“Kalau memang dalam memberikan edukasi dan pendidikan pranoto acara ini membutuhkan biaya, saya siap membiayai. Silakan disampaikan kepada ketua panitia dan para peserta. Yang penting ada kegiatan pendidikan dan pelatihan yang benar-benar bisa memberikan manfaat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk dukungan Riyono terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya bagi generasi muda yang ingin menekuni profesi MC.
Menyiapkan Generasi Penerus MC di Magetan
Riyono juga menaruh perhatian terhadap keberlanjutan profesi pranoto acara di Kabupaten Magetan.
Menurutnya, regenerasi menjadi hal penting agar ke depan semakin banyak talenta muda yang mampu meneruskan peran para MC senior yang suatu saat akan memasuki masa pensiun.
Melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan, diharapkan muncul generasi pembawa acara yang handal, memiliki etika, berkarakter, serta mampu menjalankan tugasnya dalam berbagai jenis kegiatan.
Dengan demikian, profesi MC tidak hanya menjadi kegiatan sampingan, tetapi juga dapat membuka peluang usaha dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat yang memiliki kemampuan di bidang tersebut.
Potong Tumpeng Bersama Bupati Magetan
Peringatan HUT keempat Perkumpulan Pranoto Acara tersebut juga diwarnai dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dilakukan Riyono Caping bersama Bupati Magetan, Nanik Sumantri.
Dalam prosesi tersebut, Riyono Caping menyerahkan potongan tumpeng kepada peserta yang paling tua, sedangkan Bupati Magetan Nanik Sumantri menyerahkan potongan tumpeng kepada peserta yang paling muda.
Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus harapan agar perkumpulan pranoto acara terus berkembang dan mampu menjembatani pengalaman para senior dengan semangat generasi muda.
Melalui peringatan HUT keempat ini, Perkumpulan Pranoto Acara diharapkan semakin solid dalam membangun kompetensi anggotanya serta berkontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Magetan.
Dukungan terhadap pendidikan dan regenerasi MC juga diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, meningkatkan keterampilan, dan menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.
Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi energi positif untuk mewujudkan Magetan yang semakin maju, kreatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(goes)


















