Advertisement

Hari Krida Pertanian: Lebih dari Sekadar Upacara dan Seremoni

MAGETAN(LAWUTV.COM)-Setiap tanggal 21 Juli, insan pertanian memperingati Hari Krida Pertanian. Di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Magetan, momentum ini ditandai dengan upacara, pemasangan ucapan selamat, hingga berbagai kegiatan simbolis yang menggambarkan semangat membangun sektor pertanian.

Namun pertanyaan yang layak diajukan adalah: apakah Hari Krida Pertanian hanya berhenti pada seremoni tahunan, atau benar-benar menjadi momentum evaluasi terhadap nasib petani di lapangan?
Petani tidak membutuhkan banyak slogan. Mereka membutuhkan kepastian.
Kepastian pupuk tersedia saat musim tanam tiba. Kepastian harga hasil panen tidak jatuh saat produksi melimpah. Kepastian pemerintah hadir ketika biaya produksi terus meningkat sementara keuntungan yang diperoleh petani semakin tipis.
Di berbagai wilayah, persoalan pupuk bersubsidi masih menjadi keluhan yang berulang. Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai perbaikan sistem distribusi, fakta di lapangan menunjukkan masih ada petani yang kesulitan mendapatkan pupuk sesuai kebutuhan dan waktu yang tepat. Ketika pupuk terlambat datang, produktivitas menurun dan biaya usaha tani meningkat.
Belum lagi persoalan harga hasil pertanian. Saat panen raya tiba, harga sering kali anjlok. Sebaliknya ketika harga di tingkat konsumen naik, tidak selalu diikuti kenaikan harga yang diterima petani. Akibatnya terjadi ketimpangan rantai perdagangan yang membuat petani berada pada posisi paling lemah.
Di sinilah peran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) maupun instansi terkait diuji. Tugas mereka bukan hanya menyelenggarakan kegiatan peringatan atau menyusun laporan program, tetapi memastikan kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani.
Program pendampingan budidaya, bantuan alat dan mesin pertanian, penguatan kelompok tani, pengembangan hortikultura, hingga fasilitasi pemasaran harus dapat diukur dampaknya. Apakah pendapatan petani meningkat? Apakah produktivitas naik? Apakah akses pupuk semakin mudah? Apakah harga hasil panen lebih menguntungkan petani?
Hari Krida Pertanian seharusnya menjadi ruang refleksi bersama. Pemerintah daerah perlu mendengar suara petani secara langsung, bukan hanya melalui data dan laporan. Sebab keberhasilan sektor pertanian tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari meningkatnya kesejahteraan petani sebagai pelaku utama.
Kabupaten Magetan dikenal sebagai daerah agraris dengan potensi pertanian yang besar. Dari padi, jagung, sayuran hingga hortikultura, sektor ini menjadi penopang ekonomi masyarakat. Karena itu, perhatian terhadap petani harus menjadi prioritas nyata, bukan sekadar narasi dalam pidato.
Peringatan Hari Krida Pertanian ke-54 hendaknya menjadi pengingat bahwa kedaulatan pangan tidak mungkin terwujud tanpa petani yang sejahtera. Upacara boleh selesai dalam hitungan jam, tetapi pekerjaan rumah untuk memperbaiki distribusi pupuk, menjaga stabilitas harga, memperkuat akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan petani harus terus berjalan sepanjang tahun.
Sebab pada akhirnya, keberhasilan pertanian bukan diukur dari meriahnya peringatan Hari Krida Pertanian, melainkan dari senyum petani yang merasakan hasil nyata dari kebijakan yang dibuat untuk mereka.( Goes )

About The Author