MAGETAN – Turnamen pencak silat yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Magetan ke-351 berlangsung meriah di GOR Ki Mageti. Sebanyak 2.200 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti kompetisi tersebut, menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap olahraga bela diri tradisional Indonesia.
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pembinaan atlet, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan.
Turnamen secara resmi dibuka oleh Bupati Magetan, Nanik Sumantri, melalui pemukulan gong. Sejumlah undangan turut hadir, di antaranya Wakil Kapolres Magetan, Ketua KONI, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magetan, para ketua perguruan dan organisasi pencak silat, serta tokoh masyarakat.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Magetan, Muklis, mengapresiasi tingginya partisipasi peserta dalam turnamen tahun ini. Menurutnya, jumlah 2.200 peserta menjadi capaian yang menggembirakan bagi perkembangan pencak silat di Magetan.
“Animo anak-anak muda dan masyarakat terhadap pencak silat ternyata luar biasa. Tahun ini pesertanya mencapai 2.200 orang. Ini menjadi hal yang patut kita syukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang,” ujar Muklis.
Ia berharap turnamen tahunan tersebut dapat terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas pertandingan, pembinaan atlet, maupun penghargaan bagi para peserta. Dengan demikian, kompetisi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu melahirkan pesilat yang berprestasi.
Apresiasi juga disampaikan Ketua PSHT Cabang Magetan, Nanang. Ia mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya turnamen yang memberikan kesempatan kepada para pesilat untuk mengasah kemampuan dan memperoleh pengalaman bertanding.
Nanang menyebutkan, sebanyak 300 peserta dari perguruan PSHT di wilayah Kabupaten Magetan turut ambil bagian dalam kompetisi tahun ini.
Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki arti penting dalam mengembangkan minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga pencak silat. Selain kemampuan teknik, pertandingan juga menjadi sarana pembelajaran mengenai kedisiplinan, persaudaraan, dan sikap saling menghormati.
Bupati Ingatkan Pentingnya Sportivitas
Dalam sambutannya, Bupati Magetan Nanik Sumantri berharap turnamen dapat berjalan lancar, aman, dan tertib. Ia mengingatkan seluruh peserta, pelatih, dan pendukung agar menjaga sportivitas serta menghormati hasil pertandingan.
“Kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari pertandingan. Siapa yang menang tidak boleh sombong, dan siapa yang kalah tidak boleh rendah diri. Yang terpenting adalah menjaga sportivitas,” pesan Nanik.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah kompetisi tidak hanya diukur dari siapa yang meraih juara, tetapi juga dari bagaimana seluruh pihak menjaga sikap, menghormati lawan, dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.
Sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Magetan ke-351, turnamen ini diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang semakin berkualitas dan mampu menarik partisipasi lebih luas dari berbagai daerah.
Ramainya Pengunjung Membuka Peluang bagi UMKM
Di luar arena pertandingan, penyelenggaraan turnamen juga menghadirkan aktivitas ekonomi di sekitar GOR Ki Mageti. Kedatangan ribuan peserta dari luar daerah, bersama keluarga, pelatih, dan pendamping, turut menambah keramaian kawasan tersebut.
Situasi ini membuka peluang bagi pelaku UMKM setempat untuk menawarkan berbagai produk, terutama makanan dan minuman bagi peserta maupun pengunjung.
Meski besarnya dampak ekonomi perlu dilihat dari transaksi dan pendapatan pedagang secara langsung, keramaian selama kegiatan menjadi peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan.
Ke depan, sinergi antara penyelenggara, pemerintah daerah, perguruan pencak silat, dan pelaku UMKM dapat terus diperkuat. Penataan lokasi berjualan, kebersihan, keamanan, serta kenyamanan pengunjung menjadi aspek penting agar manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas.
Turnamen pencak silat dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Magetan ke-351 ini memperlihatkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi ruang pertemuan antara pembinaan prestasi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan evaluasi dan peningkatan penyelenggaraan setiap tahun, turnamen tersebut diharapkan mampu mempertahankan antusiasme peserta, melahirkan atlet berprestasi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Magetan.(goes)



















