MADIUN |Lawu TV – Ekstrakurikuler bola basket di SMP Negeri 3 Madiun tidak hanya menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan olahraga, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran karakter, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola sebuah kegiatan.
Hal tersebut terlihat dari keterlibatan tiga siswa SMP Negeri 3 Madiun, yakni Queenisa Alya Crisandy, Rasya Javier Rahardiyanto, dan Felishinta Fairuzya Zahira, dalam mempersiapkan Three Warriors 3×3 Basketball Competition (TWC) 2026.
Turnamen bola basket tersebut akan digelar pada 15–16 Agustus 2026 dan diikuti 82 peserta dari berbagai daerah se-Jawa Timur.
Dalam persiapannya, ketiga siswa tersebut tidak hanya berperan sebagai peserta atau pegiat ekstrakurikuler basket. Mereka juga diberikan kesempatan untuk terlibat dalam proses penyelenggaraan event, mulai dari membangun komunikasi, bekerja sama, membagi tugas, hingga mempersiapkan berbagai kebutuhan kompetisi.

Keterlibatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk belajar menjadi seorang leader sekaligus event organizer (EO). Mereka didorong untuk berani mengambil tanggung jawab dan menyelesaikan tugas secara bersama-sama.
Proses tersebut juga mendapat dukungan penuh dari orang tua. Para siswa berkolaborasi dengan orang tua masing-masing yang memiliki hobi dan kecintaan terhadap olahraga bola basket. Sinergi antara anak dan orang tua menjadi kekuatan tersendiri dalam mempersiapkan TWC 2026.
Yustina, A.Md., selaku orang tua sekaligus Ketua Panitia TWC 2026, mengaku bersyukur melihat perkembangan anak-anak yang mulai mampu menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap event yang akan mereka gelar.
“Saya sangat bersyukur melihat anak-anak sudah mulai bisa bertanggung jawab terhadap event yang akan digelar nanti. Mereka belajar bagaimana bekerja sama, membagi tugas, berkomunikasi, dan menyelesaikan tanggung jawabnya masing-masing,” ujar Yustina.
Menurutnya, pengalaman tersebut jauh lebih penting daripada sekadar kemampuan bermain basket. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung bagaimana sebuah kegiatan besar dipersiapkan dan dijalankan.
“Kami sebagai orang tua tentu akan terus mendampingi. Tetapi yang paling penting adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar dan mengambil tanggung jawab. Dari sini jiwa kepemimpinan mereka akan tumbuh,” tambahnya.
Kegiatan TWC 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi bola basket, tetapi juga menjadi sarana mempererat persahabatan antarpelajar, membangun sportivitas, meningkatkan kepercayaan diri, serta memberikan pengalaman berorganisasi kepada generasi muda.
Bagi siswa SMP Negeri 3 Madiun, pengalaman menjadi bagian dari penyelenggaraan TWC merupakan pembelajaran nyata bahwa sebuah event membutuhkan kerja sama, disiplin, komunikasi, kreativitas, dan tanggung jawab.
Semangat tersebut menunjukkan bahwa ekstrakurikuler olahraga dapat dikembangkan menjadi bagian dari pendidikan karakter. Dari lapangan basket, para siswa tidak hanya belajar mencetak poin dan memenangkan pertandingan, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang mampu memimpin, bekerja dalam tim, dan bertanggung jawab terhadap sebuah kegiatan.
Dengan dukungan sekolah, orang tua, dan lingkungan olahraga, Queenisa, Rasya, Felishinta, serta siswa lainnya diharapkan mampu terus berkembang menjadi generasi muda yang mandiri, kreatif, berkarakter, dan memiliki jiwa kepemimpinan.(goez)


















