Advertisement

SMKS Magetan 1 YKP Garap Proyek Mobil Listrik Berbasis Jeep Willys, Bukti Kreativitas Siswa SMK

MAGETAN|LAWUTV – Ada proyek yang tidak tanggung-tanggung tengah dikerjakan SMKS Magetan 1 YKP. Sekolah kejuruan ini sedang menggarap modifikasi mobil Jeep Willys menjadi kendaraan bertenaga listrik. Proyek tersebut menjadi salah satu wujud kreativitas dan penerapan kompetensi siswa dalam bidang teknologi otomotif.

Dengan memanfaatkan bodi legendaris Jeep Willys, proyek ini diharapkan menjadi bukti bahwa pembelajaran di sekolah kejuruan mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan perkembangan teknologi kendaraan masa kini.

Proyek tersebut sekaligus membawa pesan bahwa sekolah kejuruan bukan sekadar tempat belajar teori, melainkan ruang untuk menciptakan karya nyata. Harapannya, hasil pengerjaan mobil listrik ini mampu membuat siapa pun yang melihatnya berdecak kagum dan berkata, “Sekolah kejuruan luar biasa!”

Pengembangan mobil listrik ini menjadi bagian dari lingkungan pembelajaran praktik di SMKS Magetan 1 YKP yang terus mendorong siswa mengasah keterampilan melalui kegiatan berbasis proyek.

SMKS Magetan 1 YKP juga mengembangkan konsep Teaching Factory (TeFa), yakni pembelajaran berbasis produksi barang atau jasa yang mengacu pada standar industri dan dilaksanakan dalam suasana menyerupai dunia kerja sesungguhnya.

Salah satu unit yang dikembangkan adalah Teffa Autocare (TAC), bengkel otomotif yang memberikan layanan perawatan dan perbaikan kendaraan. TAC terus berkembang dengan menghadirkan konsep one stop service, sehingga pelanggan dapat memperoleh berbagai layanan otomotif dalam satu tempat.

“Ini menjadi satu-satunya di Magetan. Dan, kami menjadi salah satu percontohan,” kata Arif saat menjelaskan perkembangan TAC, sembari menunjukkan sebuah mobil Mercedes-Benz milik pelanggan yang mempercayakan perbaikannya kepada bengkel tersebut.

Keberadaan TAC menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran di sekolah tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori dan praktik dasar, tetapi juga memberikan pengalaman menghadapi kebutuhan pelanggan serta standar pelayanan di dunia usaha.

Untuk menunjang proses pembelajaran, SMKS Magetan 1 YKP memiliki sejumlah workshop, mulai dari bubut dasar, kerja bangku, teknik kendaraan ringan, teknik alat berat, hingga teknik pemesinan. Fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan kompetensi sekitar 470 siswa.

Selain TAC, sekolah juga memiliki bengkel kendaraan roda dua serta berbagai ruang praktik yang menjadi tempat siswa mengembangkan kemampuan teknis sesuai bidang keahliannya.

Melalui fasilitas tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal proses kerja secara langsung, mulai dari penggunaan peralatan, penerapan prosedur keselamatan, hingga penyelesaian pekerjaan berdasarkan standar yang ditetapkan.

Tidak hanya mengandalkan fasilitas, SMKS Magetan 1 YKP juga menerapkan budaya industri dalam kegiatan sehari-hari. Kedisiplinan, keselamatan kerja, sikap profesional, dan kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa.

Kepala SMKS Magetan 1 YKP menjelaskan bahwa lingkungan praktik telah dilengkapi aturan keselamatan, termasuk jalur hijau yang tidak boleh dilalui sembarangan. Siswa maupun guru harus mematuhi ketentuan tersebut selama berada di area workshop.

Perlengkapan keselamatan juga menjadi perhatian. Penampilan siswa diatur agar tetap rapi dan tidak mengganggu keselamatan selama menjalankan praktik kerja.

Penerapan kebiasaan tersebut bertujuan membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga keterampilan, kedisiplinan, serta sikap kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Di sisi lain, SMKS Magetan 1 YKP tidak hanya mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja setelah lulus. Sekolah juga memberikan perhatian kepada siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sejak awal masuk sekolah, peminatan belajar siswa mulai dipetakan agar arah pendidikan dapat disesuaikan dengan potensi, kemampuan, serta rencana masa depan masing-masing.

Dengan pendekatan tersebut, siswa memiliki kesempatan untuk menentukan jalur yang sesuai dengan cita-citanya, baik memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Proyek konversi Jeep Willys menjadi mobil listrik menjadi salah satu gambaran bagaimana pembelajaran kejuruan dapat membuka ruang bagi kreativitas, inovasi, dan pengembangan keterampilan. Melalui perpaduan fasilitas praktik, budaya industri, dan pembelajaran berbasis proyek, SMKS Magetan 1 YKP terus berupaya menyiapkan siswa agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus mengikuti perkembangan teknologi.

Dari ruang workshop, karya nyata mulai diciptakan. Inilah semangat sekolah kejuruan: belajar, berkarya, berinovasi, dan membuktikan bahwa siswa SMK juga mampu menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

About The Author