Advertisement

Teffa Autocare SMKS Magetan 1 YKP, Bengkel Modern yang Cetak Tenaga Profesional Siap Kerja

MAGETAN|LAWUTV- SMKS Magetan 1 YKP terus mengembangkan pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada kesiapan kerja, tetapi juga membuka peluang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Melalui pemetaan minat belajar sejak awal masuk sekolah, setiap siswa diarahkan agar mampu menentukan masa depan sesuai potensi dan cita-citanya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi sekolah dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi, keterampilan, serta sikap profesional. Siswa diberikan ruang untuk memilih jalur setelah lulus, baik terjun langsung ke dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kepala SMKS Magetan 1 YKP, Arif Kurniawan, menjelaskan bahwa pengembangan kompetensi siswa didukung oleh fasilitas praktik yang mengadopsi standar industri. Salah satunya melalui Teffa Autocare (TAC), bengkel otomotif yang telah beroperasi selama dua tahun.

TAC merupakan bengkel binaan pabrikan Daihatsu yang juga memperoleh dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Fastron.

“Bengkel ini bermula dari konsep Teaching Factory, sehingga melahirkan tenaga profesional dan menjadi tempat praktik siswa seperti di dunia kerja sesungguhnya,” ungkap Arif, Senin (19/10/2026).

Konsep Teaching Factory (TeFa) merupakan model pembelajaran berbasis produksi barang atau jasa yang mengacu pada standar industri. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan materi teori di ruang kelas, tetapi juga terlibat dalam praktik dengan suasana kerja yang menyerupai lingkungan industri sebenarnya.

Keberadaan Teffa Autocare menjadi salah satu bentuk penerapan konsep tersebut. Selain melayani perawatan dan perbaikan kendaraan masyarakat, bengkel ini menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengasah keterampilan teknis, memahami prosedur kerja, serta membangun kedisiplinan dan tanggung jawab.

Pengalaman praktik tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan siswa menghadapi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang.

Di sisi lain, pemetaan minat belajar sejak awal pendidikan menjadi upaya sekolah dalam memberikan arah yang lebih jelas bagi masa depan siswa. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan kompetensi tidak semata-mata ditujukan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mendukung siswa yang ingin melanjutkan studi sesuai bidang yang diminati.

Melalui pengembangan Teffa Autocare, kelengkapan fasilitas workshop, penerapan budaya industri, serta pemetaan minat belajar, SMKS Magetan 1 YKP berupaya menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

Keberadaan fasilitas pendidikan yang dikembangkan menyerupai lingkungan industri juga menunjukkan bahwa sekolah dapat menghadirkan pembelajaran yang produktif sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, siswa memiliki bekal pengalaman nyata untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. (Goezoe)

About The Author