MAGETAN, Lawu TV – MAN 2 Magetan menggelar pelatihan jurnalistik bagi 62 siswa pada 9–10 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di lokasi Forum Komunikasi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (FKMIS) Magetan ini menghadirkan kru Lawu TV sebagai narasumber untuk memberikan pembekalan ilmu jurnalistik kepada para peserta.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya MAN 2 Magetan dalam mengembangkan kemampuan siswa di bidang literasi media, khususnya dalam memahami teknik penulisan berita, pembuatan video jurnalistik, serta etika dan tanggung jawab seorang jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala MAN 2 Magetan, Nuryani. Dalam arahannya, ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian pelatihan dengan baik, serius, dan saksama sehingga materi yang disampaikan benar-benar dipahami dan dapat diterapkan.

Nuryani juga berharap kegiatan ini mampu memberikan pengetahuan baru bagi para siswa, terutama dalam mendalami ilmu jurnalistik. Dengan bekal tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya mampu membuat karya jurnalistik, tetapi juga memiliki kemampuan menyampaikan informasi secara tepat, benar, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi (Pimred) Lawu TV yang bertindak sebagai narasumber menegaskan bahwa pelatihan jurnalistik tidak seharusnya berhenti sebatas kegiatan pembelajaran selama dua hari. Lebih dari itu, ilmu dan pengalaman yang diperoleh para siswa diharapkan menjadi bekal berharga untuk masa depan.
Menurutnya, kemampuan jurnalistik memiliki manfaat luas, mulai dari keterampilan menulis, mengolah informasi, mengambil gambar, memproduksi video, hingga menyampaikan fakta kepada publik secara profesional.
“Harapan kami, pelatihan ini tidak hanya sekadar pelatihan. Anak-anak harus benar-benar memahami materi yang diberikan dan menjadikannya sebagai bekal di kemudian hari. Ilmu jurnalistik dapat bermanfaat untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kreativitas, serta membantu mereka menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Pimred Lawu TV.

Dalam pelatihan tersebut, kru Lawu TV menyampaikan materi dasar jurnalistik, teknik menulis berita sesuai kaidah jurnalistik, serta cara membuat video yang baik dan mampu menyampaikan pesan secara jelas kepada khalayak.
Para siswa juga diperkenalkan pada pentingnya mengumpulkan fakta, melakukan verifikasi informasi, menjaga keberimbangan berita, serta memahami etika jurnalistik. Hal ini menjadi penting di tengah perkembangan media digital yang memungkinkan siapa saja memproduksi dan menyebarkan informasi dengan cepat.
Jurnalisme, menurut pembekalan yang diberikan, bukan sekadar aktivitas menulis atau merekam peristiwa. Seorang jurnalis harus mampu membedakan fakta dan opini, memastikan kebenaran informasi, serta mempertimbangkan dampak pemberitaan terhadap masyarakat.
Apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan juga disampaikan Yusuf, guru pembimbing jurnalistik MAN 2 Magetan. Ia mengaku bersyukur dan mengapresiasi semangat para siswa yang mengikuti pelatihan tersebut.
Yusuf menilai kesungguhan dan ketekunan peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan merupakan modal awal yang baik untuk mendalami dunia jurnalistik. Ia berharap semangat tersebut terus terjaga sehingga para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga terdorong untuk mempraktikkannya dalam kegiatan jurnalistik di sekolah.
“Sebagai guru pembimbing, saya sangat bersyukur dan mengapresiasi anak-anak yang telah mengikuti pelatihan ini dengan penuh semangat. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat dipahami, dikembangkan, dan diterapkan sehingga kegiatan jurnalistik di MAN 2 Magetan semakin baik,” harap Yusuf.
Pelatihan yang diikuti 62 siswa tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap dunia jurnalistik. Selain meningkatkan keterampilan menulis dan membuat video, kegiatan ini juga diharapkan membentuk karakter siswa yang kritis, kreatif, teliti, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media.
Kolaborasi MAN 2 Magetan dengan kru Lawu TV menjadi salah satu upaya memperkenalkan praktik jurnalistik secara lebih dekat kepada pelajar. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, para siswa diharapkan mampu menghasilkan karya yang informatif, edukatif, berimbang, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Magetan berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cakap dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya kebenaran informasi dan etika dalam bermedia.(goes)



















