MAGETAN |Lawu TV – Sebanyak 92 siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik SMA Negeri 3 Magetan mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar di lingkungan sekolah, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan yang diikuti siswa putra dan putri tersebut berlangsung selama satu hari, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama SMA Negeri 3 Magetan dengan Lawu TV, dengan melibatkan sejumlah insan media sebagai pemateri.
Pelatihan dirancang tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga mengajak siswa terjun langsung dalam praktik jurnalistik. Berbagai materi diberikan, mulai dari dasar-dasar jurnalistik, teknik menulis berita, pengambilan dan pembuatan video jurnalistik, menjadi host, hingga memahami tata kelola sebuah media dan mekanisme kerja redaksi.

Kepala SMA Negeri 3 Magetan, Riful Hamidah, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan bekal kepada para siswa, khususnya mereka yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik.
Menurutnya, ilmu jurnalistik penting diberikan kepada generasi muda agar mereka tidak hanya mampu menulis dan membuat konten, tetapi juga memahami bagaimana menyampaikan informasi secara benar, bertanggung jawab dan sesuai dengan kaidah jurnalistik.
“Kami berharap anak-anak mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan disiplin. Apa yang disampaikan oleh para pemateri bisa diserap, kemudian dipraktikkan di lingkungan sekolah,” ujar Riful Hamidah.
Ia berharap kegiatan pelatihan jurnalistik tersebut tidak berhenti hanya dalam satu hari. Ke depan, sekolah ingin membangun pola pembinaan yang berkelanjutan sehingga para siswa mendapatkan pengalaman sekaligus modal keterampilan sebelum mereka meninggalkan bangku SMA.
“Harapan kami kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan. Anak-anak mendapatkan ilmu dan modal dasar. Sehingga ketika mereka nanti keluar dari SMA Negeri 3 Magetan, mereka sudah mempunyai bekal untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun apabila ingin menekuni dunia jurnalistik,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, tim Lawu TV bersama sejumlah rekan media memberikan materi secara interaktif. Siswa tidak hanya menerima teori, tetapi langsung diajak memahami praktik kerja jurnalistik.
Para peserta diperkenalkan dengan berbagai peran yang terdapat dalam sebuah media. Mulai dari bagaimana mengelola sebuah media, mencari dan mengolah informasi, menulis berita, bekerja sebagai redaktur, menjadi host, hingga memproduksi konten video jurnalistik.

Praktik langsung tersebut menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian peserta. Siswa diberi kesempatan mencoba berbagai peran sehingga mereka dapat merasakan secara langsung bagaimana proses produksi sebuah informasi sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.
“Jadi tidak hanya teori. Anak-anak juga langsung praktik. Mereka belajar bagaimana menjadi host yang baik, bagaimana menulis berita, bagaimana menjadi redaktur, bagaimana mengemas informasi dalam bentuk video, serta bagaimana sebuah media dikelola,” ungkap salah satu pemateri.
Antusiasme siswa juga terlihat dalam sesi tanya jawab. Sejumlah siswa tampil aktif menyampaikan pertanyaan dan gagasan. Bahkan, dari interaksi tersebut mulai terlihat beberapa siswa yang dinilai memiliki potensi dan keberanian untuk dikembangkan lebih lanjut dalam bidang jurnalistik.
Potensi tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi SMA Negeri 3 Magetan untuk mengembangkan ekstrakurikuler jurnalistik sekaligus membangun media pelajar di lingkungan sekolah.
Riful Hamidah menambahkan, pembinaan tidak akan berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai. Para peserta mendapatkan tugas yang harus dikerjakan sebagai tindak lanjut dari materi yang telah diberikan.
Dalam beberapa hari ke depan, tim pemateri akan kembali datang ke SMA Negeri 3 Magetan untuk melihat, mendampingi, sekaligus mengevaluasi hasil tugas yang dikerjakan para siswa.
“Jadi tidak cukup hanya hari ini. Anak-anak nanti kami berikan tugas, kemudian beberapa hari ke depan tim pemateri akan datang kembali untuk melihat hasilnya. Dengan begitu mereka benar-benar belajar dan tidak hanya mendapatkan teori,” tuturnya.
Melalui pola pelatihan yang memadukan teori, praktik, tugas dan evaluasi tersebut, SMA Negeri 3 Magetan berharap ekstrakurikuler jurnalistik mampu menjadi wadah kreativitas sekaligus sarana pembelajaran bagi siswa.
Lebih jauh, keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi para siswa untuk menghadapi perkembangan dunia digital dan media yang semakin pesat, sekaligus membentuk generasi muda yang mampu menyampaikan informasi secara cerdas, kritis, kreatif dan bertanggung jawab.(goes)



















