MAGETAN (lawutv.com) – “Merdeka Sarapan Merdeka” yang digelar Pemerintah Kabupaten Magetan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia semestinya menjadi pesta kebersamaan yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Dengan menyiapkan 2.700 porsi makanan, kegiatan yang dipusatkan di sisi timur Alun-Alun Magetan itu sejak awal membawa pesan sederhana: kemerdekaan harus dirasakan bersama. Masyarakat datang, berkumpul, dan menikmati hidangan yang disediakan pemerintah.
Namun di tengah suasana meriah tersebut, muncul pula suara kecewa dari sebagian masyarakat. Tidak semua warga yang datang mendapatkan kupon untuk menikmati makanan. Bahkan, ada keluhan bahwa sejumlah orang justru memperoleh 3 hingga 5 kupon, sementara warga lainnya tidak kebagian.
Persoalan ini tentu bukan semata-mata soal seporsi makanan. Nilainya mungkin tidak seberapa. Tetapi ketika sebuah kegiatan membawa nama “Merdeka” dan mengusung semangat guyub rukun, rasa keadilan dalam pembagian menjadi sesuatu yang penting.
Masyarakat tentu berharap kegiatan yang menggunakan fasilitas dan sumber daya pemerintah benar-benar mampu menghadirkan kebersamaan, bukan justru meninggalkan kesan adanya warga yang terpinggirkan.
Di satu sisi, Pemerintah Kabupaten Magetan patut diapresiasi karena mampu menggerakkan seluruh OPD dan perangkat daerah untuk menyelenggarakan kegiatan bersama. Semangat gotong royong dan kolaborasi tersebut merupakan modal sosial yang baik.
Namun di sisi lain, evaluasi tetap diperlukan. Sebab, 2.700 porsi makanan seharusnya tidak berhenti menjadi angka dalam sebuah laporan kegiatan. Di balik angka tersebut ada masyarakat yang datang dengan harapan bisa ikut menikmati hidangan kemerdekaan.
Jika masih ada warga yang pulang dengan tangan kosong, sementara ada warga lain yang mendapatkan beberapa kupon sekaligus, tentu muncul pertanyaan: apakah mekanisme pembagian sudah benar-benar adil?
Inilah yang harus menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Magetan jika kegiatan serupa benar-benar akan dilaksanakan kembali pada momentum Hari Jadi Magetan maupun tahun-tahun berikutnya.
Jangan sampai “Merdeka Sarapan Merdeka” hanya menjadi seremoni tahunan yang terlihat meriah dari luar, tetapi menyisakan kekecewaan bagi sebagian masyarakat yang hadir.
Semangat kemerdekaan bukan hanya tentang panggung, stan makanan, ataupun jumlah porsi yang disediakan. Kemerdekaan juga tentang kesetaraan, keadilan dan kesempatan yang sama bagi masyarakat untuk menikmati hasil pembangunan dan kegiatan pemerintah.
Jika pemerintah ingin menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan, maka sistem pendataan, pembagian kupon, jumlah penerima, hingga pengawasan di lapangan perlu diperbaiki. Transparansi dan ketertiban harus menjadi bagian dari acara, agar tidak ada lagi warga yang merasa datang hanya untuk menyaksikan orang lain menikmati hidangan.
Merdeka Sarapan Merdeka boleh menjadi tradisi. Tetapi jangan biarkan ada masyarakat yang merasa “tidak merdeka” hanya karena tidak kebagian kupon.
Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah acara bukan hanya dari meriahnya kegiatan, melainkan dari seberapa banyak masyarakat yang pulang membawa rasa bahagia dan merasa benar-benar dilibatkan.
Guyub rukun akan menjadi indah ketika semua mendapatkan tempat yang sama.

















