PONOROGO (lawutv.com) – Semangat memperingati kemerdekaan tidak selalu harus diwujudkan melalui upacara dan berbagai perlombaan. SMA Negeri 1 Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, memilih menghadirkan pembelajaran sejarah secara lebih dekat melalui kegiatan “Smara Menjemput Sejarah”, dengan mengunjungi dan berdialog langsung bersama seorang veteran.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam kegiatan itu, guru dan siswa SMAN 1 Ngrayun bersilaturahmi dengan Bapak (Purn.) Suryani, veteran TNI Angkatan Darat, sekaligus menggali pengalaman dan nilai-nilai perjuangan dari generasi yang pernah mengabdikan diri kepada bangsa.
Konsep kegiatan tersebut mengusung pesan “1 Sekolah – 1 Veteran – 1 Kisah – 1 Pesan Kemerdekaan”. Gagasan ini menempatkan veteran bukan hanya sebagai sosok yang dihormati dalam momentum peringatan kemerdekaan, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran sejarah bagi generasi muda.
Pertemuan antara siswa dan veteran menjadi ruang dialog antargenerasi. Para siswa berkesempatan mendengarkan pengalaman langsung seorang veteran, sementara sekolah berupaya menghubungkan pembelajaran sejarah dengan kehidupan masa kini.
Nilai historis kegiatan ini terletak pada upaya menjaga hubungan antara generasi sekarang dengan para pelaku sejarah. Seiring berjalannya waktu, semakin sedikit generasi muda yang dapat berinteraksi langsung dengan mereka yang pernah mengalami masa-masa perjuangan bangsa. Karena itu, kesaksian dan pengalaman para veteran memiliki nilai penting sebagai bagian dari ingatan kolektif bangsa.
Namun, pembelajaran sejarah melalui kesaksian personal juga perlu ditempatkan secara proporsional. Pengalaman seorang veteran merupakan bagian dari sejarah yang berharga, tetapi tetap perlu dipadukan dengan sumber sejarah lainnya agar siswa memperoleh pemahaman yang utuh mengenai perjalanan bangsa Indonesia.
Bagi SMAN 1 Ngrayun, kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial. Sekolah ingin menanamkan nilai keberanian, kedisiplinan, semangat pengabdian, serta kecintaan terhadap Tanah Air dalam bentuk yang relevan dengan kehidupan pelajar.
Pesan kemerdekaan yang kemudian diwariskan kepada generasi muda pun tidak berhenti pada mengenang masa lalu. Tantangan generasi saat ini adalah bagaimana mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, prestasi, kepedulian sosial, serta kontribusi positif bagi masyarakat dan negara.
Melalui “Smara Menjemput Sejarah”, SMAN 1 Ngrayun menunjukkan bahwa mengenang perjuangan tidak harus selalu dilakukan dengan melihat ke belakang. Sejarah justru dapat menjadi pijakan bagi pelajar untuk memahami tanggung jawab mereka dalam melanjutkan perjalanan bangsa.
“Mengenal sejarah, menumbuhkan semangat, membangun bangsa” menjadi pesan utama yang diusung kegiatan tersebut. Sebuah pesan sederhana, tetapi memiliki makna penting: perjuangan para pendahulu tidak cukup hanya dikenang, melainkan perlu diteruskan melalui karya dan pengabdian generasi penerus.( Goes )

















