MAGETAN |Lawu TV– Langkah SMA Negeri 1 Magetan dalam menanamkan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda mendapat apresiasi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo–Magetan. Apresiasi tersebut diberikan atas kegiatan anjangsana yang dilakukan keluarga besar SMAN 1 Magetan kepada veteran pejuang kemerdekaan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyambut dan memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam kegiatan itu, rombongan SMAN 1 Magetan mengunjungi Muh Palla (97), seorang veteran pejuang kemerdekaan yang tinggal di Desa Balegondo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan.
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Para siswa diajak untuk melihat secara langsung sosok yang pernah berjuang demi kemerdekaan Indonesia sekaligus mendengarkan pengalaman dan kisah perjuangan yang disampaikan sang veteran.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo–Magetan mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memiliki nilai pendidikan karakter yang kuat. Menurutnya, mengenalkan sejarah perjuangan bangsa secara langsung kepada peserta didik merupakan bagian penting dalam membangun rasa nasionalisme, penghormatan kepada para pahlawan, serta kepedulian terhadap sesama.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Anak-anak tidak hanya belajar sejarah dari buku, tetapi dapat bertemu langsung dengan para pejuang dan mendengarkan kisah perjuangan mereka. Ini menjadi pengalaman yang akan membekas dan menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ujarnya.
Apresiasi juga diberikan terhadap komitmen SMAN 1 Magetan yang terus mendorong peserta didiknya untuk menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Magetan Aris Sudarmono, M.Pd. menegaskan bahwa anjangsana tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pejuang sekaligus sarana pembelajaran bagi para siswa.
Semangat tersebut tercermin dalam pesan yang diusung SMAN 1 Magetan: “Dari langkah yang pernah berjuang, lahir harapan bagi generasi yang akan datang.”
Melalui kegiatan anjangsana, para siswa diharapkan mampu memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak diperoleh dengan mudah. Ada pengorbanan, perjuangan, dan ketulusan para pendahulu yang perlu dihargai serta diteruskan melalui karya dan prestasi generasi muda.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Bertemu langsung dengan veteran dan mendengar kisah perjuangannya merupakan pembelajaran kehidupan yang dapat memperkuat karakter, nasionalisme, dan rasa tanggung jawab peserta didik terhadap masa depan bangsa.
Langkah SMAN 1 Magetan ini pun diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya untuk menghadirkan kegiatan serupa, sehingga semangat menghargai jasa para pahlawan terus hidup di tengah generasi muda.(goes)

















