Advertisement

Mama Evi Apresiasi TWC 3×3 Madiun, Dorong Lapangan Basket Terus Hidup dengan Beragam Kegiatan

MADIUN – Turnamen TWC 3×3 Basketball yang digelar pada 15–16 Agustus 2026 di Kabupaten Madiun mendapat apresiasi langsung dari Ketua Perbasi Jawa Timur, Mama Evi. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki nilai positif, bukan hanya bagi perkembangan olahraga basket, tetapi juga karena lahir dari kepedulian para orang tua terhadap aktivitas dan prestasi anak-anak.

Menariknya, TWC 3×3 ini banyak digerakkan oleh para emak-emak yang memiliki anak bersekolah dan mengikuti ekstrakurikuler bola basket. Keterlibatan para orang tua tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di tingkat pelajar tidak hanya membutuhkan kemampuan atlet, tetapi juga dukungan keluarga dan lingkungan.

Mama Evi mengaku bangga melihat semangat para orang tua dan peserta dalam menghidupkan kompetisi basket di wilayah Madiun dan sekitarnya.

Menurutnya, kegiatan seperti TWC jangan berhenti hanya pada satu penyelenggaraan. Lapangan basket yang representatif, termasuk fasilitas yang berada di SMPK Santo Yusuf, harus dimanfaatkan secara maksimal untuk berbagai kegiatan olahraga.

“Jangan sampai lapangan sebagus ini nganggur. Harus banyak kegiatan. Jangan takut kalah, karena kekalahan itu hanya awal untuk kita menjadi yang terbaik,” pesan Mama Evi.

Ia berharap keberadaan turnamen seperti TWC mampu menjadi ruang bagi para pelajar untuk mendapatkan pengalaman bertanding, membangun mental, meningkatkan kemampuan, sekaligus menemukan bibit-bibit muda bola basket yang potensial.

Mama Evi juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan olahraga di wilayah Jawa Timur bagian barat. Ia berpesan kepada Pak Demo agar terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan olahraga, khususnya basket, sehingga pembinaan atlet muda dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Untuk wilayah Jawa Timur bagian barat, Pak Demo harus selalu support,” tegas Mama Evi.

Sementara itu, Mama Justina selaku ketua panitia penyelenggara TWC menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga turnamen dapat terlaksana dengan baik.

Ia berharap TWC tidak berhenti sampai penyelenggaraan tahun ini, tetapi dapat terus digelar dan dikembangkan menjadi event yang semakin besar.

“Harapan kami, kegiatan ini terus berlangsung. Terima kasih kepada seluruh pendukung, sponsor, orang tua, peserta, dan semua pihak yang telah membantu menyukseskan TWC. Mohon maaf karena tidak bisa kami sebutkan satu per satu,” ujar Justina.

TWC 3×3 Madiun akhirnya bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi gambaran bagaimana semangat orang tua, sekolah, komunitas, dan insan olahraga dapat bersatu menciptakan ruang positif bagi generasi muda.(goes)

Dari sebuah lapangan basket, lahir semangat untuk berani bertanding, berani kalah, belajar dari kegagalan, dan kembali berjuang menjadi yang terbaik.

About The Author